Hari ini, jumat 6 Juni 2025, bertepatan tanggal 10 Dzulhijjah 1446 Hasjid Darul Muttaqien Purwomartani laksanakan proses penyembelihan kurban.
Kurban dilaksanakan langsung setelah melaksanakan sholat id di halaman kalurahan Purwomartani.
Takmir masjid Darul Muttaqien Purwomartani (Al Rubaian) bersama panitia kurban dan relawan "mengeksekusi" penyembelihan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing dari 48 shohibul kurban.
Total 6 sapi yang disembelih menghasilkan 820 Kg daging dibagikan kepada 430 penerima manfaat yang terdiri dari jamaah, warga sekitar dan panti asuhan.
Dari kegiatan tersebut terwujud kebersamaan dan keakraban jama'ah dalam satu kalimat pendek "bahagia berbagi kebahagiaan." (ran)
Sudah hampir setahun saya sampaikan kepada istri dan anak-anak, "kapan kapan bapak pingin ajak kalian untuk menengok masjid masjid yang bapak (baca : yayasan) terlibat dalam pembangunan masjid-masjid tersebut. Meskipun sekedar duduh weruh. :) yaitu menghubungkan muhsinin pemilik dana dengan tanah wakaf yang menjadi tanggungjawab kami.
Maksud saya, agar istri dan anak anak tahu aktifitas yang selama ini ayahnya lakukan sehingga sering pulang telat, libur saja masih kesana-kesini sepertinya sok sibuk :) , bahkan "mengurangi" jatah uang yang semestinya dibawa kerumah karena untuk beli bensin ngalor ngidul tersebut.
Alhamdulillah Hari ini, senin 27 Rajab 1446 H, saya akhirnya berkesempatan mengajak jalan jalan istri dan anak-anak mewujudkan niat tersebut dan saya menyebutnya tour de masjid.
Ceritanya begini:
Star dari rumah jam 10.00, maunya sih jalur sleman timur dulu. Tapi baru 200 meter keluar rumah ternyata jembatan pulowatu macet parah. Entah ada apa. Akhirnya putar balik ke utara, ganti target, sleman barat.
Trip pertama tujuan ke Masjid AzZarkasyi di sidomulyo trimulyo sleman. Wakaf kepada Yayasan Darul Muttaqien Medari dari keluarga pak Zarkasyi, melalui pak Muhammad Yusuf.
Trip kedua, masjid Baitussalam di Jalan Magelang . 17. Wakaf dari dokter Sunarko kepada Persyarikatan Muhammadiyah.
Trip ketiga, Masjid As-Sakinah di kragan Tempel. Nadzir Muhammadiyah.
Trip ke empat, Masjid IPHI. Nadzir IPHI Kapanewon Tempel.
Trip kelima, Masjid Al Iman atau masjid At Rohman di jetis depok, Desa Sendangrejo Mingir. Nadzir Muhammadiyah.
Trip ke-enam, Masjid Qublan atau masjid Baitul Izzah di Ngloji sendangrejo Minggir. Nadzir Muhammadiyah. Masjid ini punya sejarah heroik, dimana PCM Minggir yang "tidak punya uang" berani ngenyang tanah seluas 2.700 Meter bekas Loji, yang akhirnya dibeli secara berjamaah dan sekarang dikenal dengan istilah Wakaf Melalui Uang. Sesuai dengan rencana, kami dapat ikut sholat dhuhur berjamaah di masjid Baitul Izzah.
Setelah mampir maksi diatas jembatan kreo, berlanjut.
Trip ketujuh, Masjid Nurullah yang terletak di Klepu Sendangmulyo Minggir. Apabila masjid lainnya berasal dari Muhsinin luar, Masjid ini dananya bersumber dari Muhsinin lokal yogyakarta yaitu H. Zarkasyi. Dibanding 6 masjid sebelumnya, masjid ini lebih gagah karena harus "bersaing" dengan gereja yang cukup besar di selatannya.
Trip kedelapan, Musholla As-Sakinah di kompleks Kua Minggir . Meski kecil, namun bagi saya musholla ini sangat bersejarah dan sangat berkesan. Mengapa?
Karena musholla ini merupakan yang pertama kali dan tonggak awal pergumulan saya "membangun" masjid/musholla. Musholla As Sakinah di bangun saat saya menjadi Kepala KUA di KUAminggir, tidak di bangun dari donatur tunggal, tetapi dihimpun 'ketengan' dari warga masyarakat minggir dan sekitar. Disinilah saya sebagai kepala KUA merasa sangat menyatu dengan masyarakat se kecamatan. Semua program seperti Gerakan Menikah Menanam, Lomba DBKS, pendataan warga "kumpul kebo' untuk kemudian dinikahkan Massal, Gerakan Maghrib mengaji, dan lainnya semua didukung penuh oleh masyarakat. Lebih bersyukur lagi pengajian Jumat legi dengan menghadirkan takmir-takmir sekitar 70-100 orang hingga saat ini masih terus berjalan.
Trip kesembilan, Masjid Darul Muhtadin di Toragan Sumberadi Mlati, Sleman.
Trip kesepuluh, Masjid Thurfah Muhammadiyah yang terletak di Jongke Sinduadi Mlati Sleman. Disini kami berjama'ah sholat ashar. Dan ketemu teman teman takmir yang sangat bersemangat.
Masjid Thurfah yang baru satu tahun berjalan alhamdulillah sangat makmur. Karena jum'atan selalu membludak, saat ini teman teman takmir sedang melebarkan masjid ke utara dan kentimur.
sebetulnya masih ada 3 masjid lagi di sisi barat, yaitu MGS di Gamping, Panasan Sleman dan Sleman. Tapi karena sudah sore dan akan ada jadwal ngaji. Maka tour de masjid sementara cukup.
-------
Bolehlah rihlah kami sekeluarga hari ini kami anggap sebagai napak tilas Isro' mi'raj dimana :
Di sebagian malam tanggal 27 Rajab pada tahun ke-10 kenabian, nabi Muhammad SAW di perjalankan (Isro') oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah ke masjid Al Aqsho di Palestina, lanjut dinaikkan (mi'raj) hingga menerima perintah sholat 50 kali sehari semalam. Dan berkat masukan Nabi Musa, Nabi Muhammad mendapat "discount" hingga akhirnya 'hanya' menjadi 5 kali sehari semalam. Yang setara dengan 50 kali sholat.
Syariat itu telah diterima Nabi Muhammad SAW, maka 5 waktu sudah tidak boleh lagi ditawar.
Yang perlu kita ambil hikmahnya adalah : semoga Allah kuatkan kita agar tetap mampu 'menegakkan' shalat. Dengan terus berdoa :
رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربنا و تقبل دعاء
------
Tunggu tour de Masjid seri 2 untuk sektor timur ya
Wakaf merupakan salah satu instrumen
ekonomi dalam Islam yang apabila dikelola dengan baik dan optimal akan mampu
mengentaskan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan umat berbasis
wakaf.
Permasalahannya, literasi terkait
wakaf, khususnya wakaf uang, di Masyarakat Islam Indonesia masih tergolong
rendah. Hal tersebut dapat dipotret dari hasil survei Indeks Wakaf Nasional
tahun 2023 sebesar 0,318 meskipun meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 0,274
pada tahun 2022. Berdasarkan data Kementerian Agama, potensi wakaf uang di
Indonesia sebesar 180 triliun namun realisasi wakaf uang yang tercatat sejak
2011 sapai 2018 rata-rata baru Rp. 31,9 miliar setiap tahun. Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi
yang terus menerus dan massif terkait pengertian dan konsep wakaf, pentingnya
wakaf serta manfaat wakaf bagi masyakarat atau umat.
Tulisan berikut mencoba mengangkat
permasalahan tersebut sekaligus untuk memberikan sumbangan pemikiran bagaimana
mengoptimalkan wakaf sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan mampu
mengangkat kesejahteraan umat.
Pengertian, Sejarah dan rukun wakaf
Wakaf secara Bahasa berarti menahan,
berhenti, diam. Imam Syafi’I dan
Ahmad berpendapat bahwa wakaf adalah melepaskan harta yang diwakafkan dari
kepemilikan wakif, setelah sempurna prosedur perwakafan. Wakif tidak boleh
melakukan apa saja terhadap harta yang diwakafkan, Karena itu mazhab Syafi’i
mendefinisikan wakaf adalah “tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda,
yang berstatus sebagai milik Allah SWT, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada
suatu kebajikan (sosial).
Secara istilah, sebagaimana
dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, pada pasal 1 dijelaskan
bahwa Wakaf adalah perbuatan hukum wakif
untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk
dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan
kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.
Dari pengertian tersebut, dapat dipahami
bahwa wakaf semestinya tidak terbatas memberikan tanah untuk dibangun masjid,
madrasah, maupun maqbaroh (makam) sebagaimana secara umum dipahami Masyarakat,
melainkan lebih luas jenis harta benda wakaf, bentuk wakaf muapun fungsi dan
peruntukannya.
Apabila merunut kebelakang, wakaf
yang pertamakali dilakukan oleh sahabat Umar bin Khattab berupa tanah berupa kebun
kurma yang sangat produktif dan hasilnya disedekahkan untuk kepentingan umat. Contoh
lainnya ialah wakaf sumur yang dilakukan oleh sahabat Ustman bin Affan dimana
ia membeli sumur dari seorang yahudi dan kemudian airnya disedekahkan dengan
cara masyarakat gratis mengambil air dari sumur tersebut. Juga wakaf habib
Abdurrahman al-asyi atau yang dikenal habib bugak, warga aceh yang pada tahun
1800an mewakafkan rumah di Makkah dan kemudian menjadi beberapa hotel. Keuntungan
dari pengelolaan hotel tersebut setiap tahun ditasharufkan kepada jamaah haji
asal Aceh yang menjadi mauquf ‘alaihnya. Pada tahun 2024 ini 4.780 jemaah haji
Aceh mendapatkan “deviden” dari kelolaan wakaf tersebut masing-masing sebesar
1.500 riyal atau setara dengan Rp. 6.500.000.
Wakaf merupakan perbuatan yang
berdimensi agama sekaligus social, karenanya harus memenuhi unsur-unsur yang
terdiri dari : 1) Wakif, pihak baik perseorangan/pribadi maupun lembaga yang
berwakaf, 2)Nadzir; pihak yang
diserahi/diberi kewenangan mengelola asset wakaf, baik berupa kelompok
perseorangan, organisasi atau badan hukum, 3) Harta benda wakaf, 4) Ikrar wakaf;
dan 5) mauquf ‘alaihi, peruntukan dan/atau penerima manfaat waka, serta 6) jangka
waktu wakaf.
Urgensi dan manfaat wakaf
Merujuk tiga contoh praktek wakaf diatas,
dapat disimpulkan bahwa wakaf yang dikelola secara baik dan produktif mampu
memberikan manfaat yang besar bagi umat bahkan berjangka. Wakaf mampu menjadi
solusi permasalahan ekonomi umat. Wakaf yang produktif dapat menjadi alternatif
sosial dan ekonomi sekaligus disaat negara atau pemerintah mengalami
keterbatasan anggaran. AL Azhar mesir bahkan mampu memberikan beasiswa kepada
mahasiswa dari berbagai negara dari wakaf yang dikelola.
Pola-pola demikian dapat terus
diduplikasi oleh Lembaga-lembaga pengelola wakaf yang manfaatnya berdampak
langsung kepada umat. Bentuknya bisa berupa bantuan langsung terhadap kebutuhan
dasar umat, beasiswa Pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui pemberian
modal usaha,
Wakaf berupa tanah telah banyak
dilakukan, bahkan tidak sedikit tanah wakaf yang belum dimanfaatkan sesuai
peruntukannya. Misalnya, wakaf untuk masjid namun masjidnya tidak segera
terbangun. Wakaf untuk sekolah/madrasah/pesantren namun bangunannya belum ada.
Alasannya klasik, belum ada dana untuk mewujudkannya.
Berkenaan dengan hal tersebut, kita
perlu terus menggelorakan gerakan wakaf uang dan atau wakaf melalui uang.
Mengapa? apabila wakaf tanah menuntut seseorang kaya terlebih dahulu, namun
wakaf uang dan atau wakaf melalui uang dapat dilakukan oleh setiap kaum
muslimin tanpa harus menunggu kaya. Bahkan dengan uang Rp. 1.000.000 atau
bahkan lebih kecil nilainya.
Kita dapat berwakaf. uang dengan
cara memilih nadzir yang kita percaya, berintegritas dan professional serta
telah terdaftar pada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Nadzir tersebut memiliki
rekening pada Lembaga Keuangan Syari’ah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU). Menyesuaikan
dengan aktifitas, kesibukan dan “gaya hidup” serta kemudahan teknologi, wakaf
uang bahkan tidak menuntut kita datang berhadapan langsung dengan nadzir karena
telah diwakili oleh LKS PWU yang akan menerima wakaf kita kemudian menerbitkan
sertifikat wakaf uang. Wakaf uang bahkan dapat dolakukan darimana saja melalui
aplikasi dan atau system yang dapat kita akses dari handphone kita.
Gerakan wakaf uang dan atau wakaf melalui uang
akan mampu mengurai persoalan tanah wakaf yang sementara ‘terbengkalai’ menjadi
berbagai proyek wakaf produktif seperti hotel, Restaurant, SPBU, Farming,
Retail dan bentuk usaha dan investasi lain yang pada akhirnya mampu memberikan solusiterhadap persoalan umat seperti kemiskinan, kesehatan,
pendidikan dan juga ekonomi menuju umat
yang berdaya.
Akhirnya, mari jadikan wakaf uang
menjadi gaya hidup kita bersama. Semoga..
Yayasan Darul Muttaqien Medari sedang mengembangkan percontohan kegiatan Wakaf produktif berupa masjid, SPBU Pertashop, toko dan rumah tahfidz yang terletak di Dusun Sambirejo, Selo martani, Kalasan, Sleman, DIY.
Kedepan hasil dari usaha ekonomi itu pada waktunya diharapkan dapat menopang biaya operasional masjid dan Rumah tahfidz.
Program tahun ini adalah penyempurnaan pembangunan masjid berupa pemasangan konblok, pemasangan teras kanopi, pengisian meubelair kamar rumah tahfidz dan modal usaha untuk pengisian barang dagangan toko.
Mari sisihkan sebagian zakat, infaq, shodaqah untuk mendukung program tersebut. Semoga menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya.
Kebutuhan dana :
1. Pemasangan kanopi masjid : Rp. 90.000.000,-
2. Meubelair rumah tahfidz : Rp. 35.000.000,-
3. Modal usaha toko : Rp. 100.000.000,-
Donasi dapat disalurkan melalui :
Rek BRI : 024701025802536
An. Masjid Darul Muttaqien
Untuk konfirmasi dapat penghubungi No. 085743984745 atas nama Agung Nugraha
Jama’ah shalat Id rahimakumullah, marilah bersama kita panjatkan
rasa puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan ridha-NYa
kita telah diperkenankan bertemu bulan Ramadhan 1443 H, berkesempatan
melaksanakan serangkaian ibadah didalamnya hingga pada akhirnya kita akhiri
dengan membayar zakat dan melaksanakan Shalat Idul Fitri dipagi ini dengan
penuh suka cita. Semoga seluruh ibadah yang telah kita laksanakan diterima dan
dicatat sebagai wujud taqwa kita kepada Allah. Amien..
Shalawat dan salam semoga senantiasa
dilimpahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh
umatnya, insyaallah termasuk kita semua yang hadir di majelis yang mulia ini.
Aamiin
Allahu
Akbar 2 x Walillahillhamd
Kita tentu bersyukur dan bergembira karena telah diberikan
kesempatan menyelesaikan rangkaian ibadah Ramadhan tahun ini. Namun bersamaan
dengan itu tentu kita merasa sedih, karena kesempatan meraup rahmat dan ampunan
Allah akan segerameninggalkan kita
semua, sementara kita tidak tahu apakah masih akan diberi kesempatan bertemu
lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang. Pertanyaannya ialah, apakah dengan
berakhirnya Ramadhan, habiskah kesempatan kita untuk menangguk pahala dan ridha
Allah?Jawabnya ternyata tidak…
Ramadhan hanyalah proses pelatihan, Puasa merupakan salah satu
ibadah yang disyariatkan Allah. Tujuan perintah puasa, dan ibadah – ibadah yang
lain, tidak lain adalah agar kita menjadi manusia yang semakin hari semakin
meningkat ketaqwaannya. Untuk mewujudkan hal itu, maka kita harus mampu
meningkatkan kualitas ibadah kita. Ibadah yang berkualitas adalah ibadah yang
mampu terinternalisasi dalam diri seorang hamba dan tercermin dalam diri dan
kepribadian seseorang diluar konteks ibadah itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya,
bagaimana cara agar ibadah yang dilakukan dapat berkualitas sehingga
terinternalisasi dan terimplementasi dalam denyut kehidupan kita dan bagaimana
langkah-langkah yang harus dilakukan ?
Agar ibadah yang kita kerjakan semakin berkualitas dan sesuai
dengan kehendak Allah dan tuntunan Rasul. Ada tiga hal yang harus kita
perhatikan, yaitu :
1.Mengerti dan memahami kaifiyah ibadah
Untuk meningkatkan kualitas suatu ibadah, kita harus senantiasa
mempelajari, mengerti dan memahami kaifiyah ibadah yang akan kita lakukan, baik
yang berupa ketentuan, tata cara, syarat dan rukunnya. Disinilah kemudian kita
harus selalu berusaha menggali ketentuan-ketentuan yang terkait dengan ibadah
yang kita lakukan. Dalam hal puasa, misalnya, dari sisi fiqh, pengertian puasa
adalah menahan makan, minum dan hubungan antara suami istri sejak terbit fajar
hingga terbenamnya matahari disertai niat karena Allah. Sehingga rukun Puasa
adalah pertama niat dan kedua, menahan makan, minum dan jima’
(hubungan suami istri).Apabila kita
mampu memenuhi dua rukun tersebut, maka dari sisi fiqh kewajiban puasa itu
telah gugur (tertunaikan).
Lebih dari itu, kita juga harus mengerti dan paham bahwa selain
menahan makan, minum dan hubungan suami istri, seorang yang berpuasa
disunnahkan untuk makan sahur dan mengakhirkannya, mendahulukan berbuka dengan
yang manis (kurma), memperbanyak dzikir, sholat sunnat, tadarus al-qur’an,
shodaqah, dst.
Kita juga harus mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh
dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa, serta tindakan dan perilaku yang
dapat membatalkan ibadah puasa atau yang akan mengurangi bahkan menghilangkan
pahala puasa.
Ketentuan, tata cara, syarat dan rukun puasa tersebut harus selalu
kita kaji dan secara bertahap dan terus menerus kita tingkatkan kualitas maupun
kuantitasnya. Demikian juga dengan larangan-larangan tersebut harus
terus-menerus kita hindarkan.
Apabila kita telah mampu memahami dan melakukan puasa sesuai dengan
kaifiyah tersebut, maka kita telah mampu mmengamalkan ibadah tersebut secara
baik dan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan sunnah Rasul.
2.Mengerti dan memahami ruh (esensi) dari ibadah yang
diperintahkan
Setelah mengetahui dan memahami ketentuan, tata cara, syarat dan
rukun ibadah, maka tahap selanjutnya kita harus selalu berusaha memahami ruh
(esensi) dariibadah tersebut. Artinya,
meski kita telah melakukan sebuah ibadah sesuai dengan kaifiyah yang
dituntunkan, hal itu belum sempurna apabila kita belum memahami esensi dari
ibadah yang kita lakukan. Hal ini penting agar setiap kita berusaha menggali
rahasia dibalik ibadah yang disyari’atkan.
Dalam konteks puasa, esensi dari puasa adalah mengendalikan diri
dan nafsu.. Makan, minum dan hubungan suami istri hanyalah simbul atau sebagian
dari nafsu manusia yang harus dikendalikan. Karena itulah orang yang berpuasa
juga diperintahkan untuk meninggalkan perilaku sia-sia (laghwi, tidak
produktif), kata-kata kotor (rofasy), mencela dan menjelek-jelekkan
orang lain (syatam) dan masih banyak hal lain yang harus dihindari oleh
orang berpuasa agar puasanya mempunyai makna dan tidak sekedar mendapat lapar
dan dahaga sebagaimana sabda Nabi :
“betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan
apa-apa dari puasanya itu selain lapar dan dahaga”.
Dengan demikian, meskipun setiap tahun selama sebulan penuh kita
mampu melaksanakan puasa, tidak makan, minum dan hubungan suami istri, namun
bilatidak memahami esensinya, kita akan
selalu kembali melakukan tindakan-tindakan yang diluar pengendalian diri
tersebut.
3.Adanya atsar dari ibadah
Setelah melaksanakan ibadah sesuai ketentuan, tata cara, syarat dan
rukunnya serta mengetahui dan memahami ruh dari perintah ibadah tersebut, maka
sebuah ibadah akan sempurna dan berkualitas apabila menghasilkan atsar
(bekas) berupa kesalehan kita diluar ibadah. Artinya, kesalehan seseorang tidak
sekedar diukur dengan terlaksananya sebuah ibadah, lebih dari itu ibadah akan
berkualitas dan optimal apabila orang yang melakukan ibadah tersebut mampu
menginternalisasikan ruh ibadah dan mengimplementasikannya disepanjang
kehidupan.
Allahu
Akbar 2 x Walillahillhamd
Jamalah, sholat Id rahimakumullah.
Ada pepatah arab, Laisal 'ied man labisal jadid, innamal 'ied man taqwallahu taziid, Idul fitri bukan sekedar baju baru, melainkan bertambahnya taqwa orang yang berpuasa. Dalam konteks inilah tampaknya kita
masih harus terus melakukan muhasabah / perenungan yang dalam
apakah ibadah puasa dan amaliah ramadhan yang sudah bertahun-tahun kita
laksanakan itu sudah terinternalisasi dan menjadi ruh didalam kehidupan kita
sehari-hari.
Karenanya, agar ibadah seluruh rangkaian ibadah kita itu berbekas
dan tidak sekedar menjadi rutinitas tahunan, sudah seharusnya kita memancangkan
niat didalam diri kita untuk melestarikan amaliah ramadhan tersebut diluar
bulan ramadhan. Pelestarian yang kami maksudkan ialah disamping secara lahiriah
kita melanjutkan kegiatan ramadhan tersebut diluar bulan ramadhan, seperti
puasa wajib kita lanjutkan dengan puasa sunnah, shalat tarawih dilanjutkan
dengan shalat malam, tadarus ramadhan dilanjutkan dengan tadarus harian setelah
maghrib atau setelah subuh dsb. Adapun yang bersifat kolektif/Jama’ah kita
dapat melestarikan amaliah ramadhan dengan memudawamahkan shalat
jama’ah, menghidupkan dan menggairahkan pengajian rutin.dan yang lainnya..
Allahu
Akbar 2 x Walillahillhamd
Jamaah sholad id rahimakumullah.
setelah dua tahun kita tidak merayakan lebaran karena pandemi Covid-19, Idul
fitri tahun ini merupakan momen yang sangat baik untuk merajut Kembali
silaturahmi. Silaturahmi yang perlu kita bangun mencakup dua hal.
Pertama, silaturahmi antar anggota keluarga sedarah dan/atau
keluarga dekat. Setelah dua tahun tidak mudik, saat ini kita berkesempatan
pulang kampung bertemu ayah, ibu dan keluarga secara langsung. Bagi yang masih
memiliki orang tua, ayah atau ibu, manfaatkan moment idul fitri ini untuk
mengekpresikan bakti kepada orang tua (birrul walidain) dengan “sungkem”,
memegang erat tangan bahkan memeluk orang yang telah mendidik dan membesarkan
kita. Memang doa bisa kita lantunkan kapan dan dimana saja, bahkan alat
komunikasi bisa membantu kita mendekatkan jarak dan melihat wajah mereka. Namun
tentu berbeda rasa dan ikatan emosi antara bertemu langsung dibanding dengan
sekedar telepon bahkan video call sekalipun. Bukan bingkisan dan oleh-oleh yang
ditunggu orang tua kita. Kehadiran fisik kita tentu akan membuat mereka sangat Bahagia.
Ketika ayah dan ibu sudah meninggal, ada kecenderungan renggangnya ikatan
antara anak dan cucu karena tidak ada lagi “pengikat”, jadikan momen idul fitri
ini untuk merajut silaturahmi dan persaudaraan yang dihubungan karena pertalian
darah, anak, cucu buyut dan seterusnya dengan saling berkunjung, memanjangkan
umur dan meluaskan rejeki.
Artinya
: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia
berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang
telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat
berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan
(memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau
dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al
Ahqaf : 15)
Artinya
: “Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik
yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama
penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada
mereka”. (Al Ahqaf : 16)
Allahu
Akbar 2 x Walillahillhamd
Silaturahmi kedua adalah, silaturahmi dan rekonsiliasi nasional
antar anak bangsa. Idul fitri ini penting dimaknai demikian mengingat sekitar
dua sampai lima tahun terakhir kita disuguhi berbagai konten media social yang saling menghujat bahkan seolah
terbelah kedalam dua kubu yang tidak berkesudahan. Lupakan caci maki, kebencian
dan heatspeach. Akan sangat indah apabila memaknai idul fitri tahun ini para
pemimpin nasional bertemu dan dengan tulus memberikan contoh kedamaian yang
sejati.
Allahu Akbar 2x walillahilhamd
Mengakhiri khutbah kali ini, selagi Ramadhan belum jauh kita
tinggalkan marilah kita semua merenung sejenak, betapa sebetulnya kita masih
mempunyai kesempatan yang luas untuk beribadah sebanyak mungkin. Menangguk
ridha Allah tidak saja terbatas di bulan Ramadhan tetapi disepanjang waktu
selagi kesempatan itu masih diberikan dan disemua tempat didalam seluruh
lapangan kehidupan kita.
Akhirnya, marilah kita berdo’a, semoga Allah berkenan memberikan
kesempatan dan kekuatan kepada kita untuk menjaga dan melestarikan amaliah Ramadhan,
membangun dan menokohkan silaturahmi untuk terwujudkan kedamaian yang bisa
mengantarkan kita menjadi pribadi yang semakin bertaqwa kepada Allah.
Pondasi dan urugan masjid Darul Muttaqien Selomartani
Alhamdulillah, Puji dan ungkapan syukur kepada Allah yang maha kaya (al Ghaniy), dan telah menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menyisihkan sebagaian hartanya untuk mendukung kegiatan pengembangan wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari yang berlokasi di Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY.
Kami laporkan bahwa hingga tanggal 5 Februari 2022, total dana yang masuk sebesar Rp. 40.350.000 dan dikeluarkan untuk pembayaran pembelian urug sebanyak 109 rit dengan jumlah total Rp. 38.150.000 sehingga masih ada kelebihan sebesar Rp. 2.200.000.
Kelebihan dana tersebut akan kami gunakan untuk modal awal pembangunan rumah tahfidz berupa 4 kamar dan satu rumah imam/musyrif yang secara global diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 350.000.000 (tigaratus limapuluhjuta rupiah)
Kami menghaturkan terimakasih kepada para muhsinin teriring doa semoga dana yang diberikan menjadi amal jariyah dan berkah.
Berikut kami sampaikan daftar donatur tanah urug sebagai berikut :
No
Nama
Jumlah (Rp)
Keterangan
1
Hj. Siti
Rahayu
1.050.000
Cash
2
Bp. Agung
Nugraha
1.050.000
Cash
3
Bp. Guntur
Wahyudi
700.000
BPD
4
Bp. Hartadi
700.000
BRI
5
Ibu Dina
Islamiyah
700.000
BRI
6
Bp. M.
Zamroni
1.050.000
BSI
7
Bp. Marzuki
700.000
BPD
8
Ibu Sri
Zaenah
700.000
BSI
9
Bp. Iskandar
700.000
Cash
10
Ibu Diah
Puspitasari
1.050.000
BSI
11
Bp. Sidik
Miharjo (Alm)
350.000
BRI
12
Ibu Suharsi
(Almh)
350.000
BRI
13
Hj. Sriyati
Sipora
2.500.000
BSI
14
Ibu Yuni
700.000
BRI
15
Ibu Sumaryati
700.000
BRI
16
Hj. Andarini
700.000
BSI
17
Hj. Sri
Tasmiatun
350.000
BSI
18
H. Subagyo
1.050.000
BRI
19
Kel. Agus
Ridwan
350.000
BSI
20
Bp. Sartono
700.000
BSI
21
Hj. Mainah
350.000
Cash
22
Ibu Yuyun
350.000
Cash
23
Hj. Siti
Rahayu
350.000
Cash
24
Hj. Karyati
350.000
Cash
25
Bp. Sudiyono
(Alm)
350.000
Cash
26
Ibu Dwi
350.000
Cash
27
Ibu Muslichatun
350.000
Cash
28
Bp. Wafiq
350.000
Cash
29
Bp. Andi
Aditya
350.000
BRI
30
Bp. Diyarno
5.000.000
BRI
31
Bp. Indra
Roneli
1.050.000
BRI
32
Bp. Turasman
350.000
BRI
33
Bp. Abdulrohman
350.000
Cash
34
Ibu Dwi Ana
700.000
BRI
35
Bp. Edi
Subowo
350.000
BRI
36
Bp. Tri
Susilo
700.000
BRI
37
Ibu Indrawati
Kusuma
2.100.000
BRI
38
No name
350.000
BRI
39
Ibu Nurhayati
500.000
Cash
40
UMAM
9.450.000
Cash
41
H. Darmawi
3.500.000
BRI
42
Hj. Ruji
5.000.000
BRI
Jumlah
40.350.000
Pembelian
Urug 109 rit
38.150.000
Saldo
2.200.000
Mohon doa agar pembangunan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan segera dapat digunakan untuk kegiatan menyiapkan generasi qur'ani. (ran)
Terimakasih atas kepercayaan bapak/ibu/saudara, teriring doa آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا AAJAROKALLAAHU FIIMAA A’THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA WAJA’ALAHU LAKA THOHUURON Artinya : Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu... Aamiin
Channel KAMU
Untuk menyaksikan dan menyimak kajian melalui paltform Youtube, silahkan kunjungi : Channel KAMU