Friday, June 6, 2025

Masjid Darul Muttaqien Purwomartani : Kurban, bahagia berbagi kebahagiaan


Hari ini, jumat 6 Juni 2025, bertepatan tanggal 10 Dzulhijjah 1446 Hasjid Darul Muttaqien Purwomartani laksanakan proses penyembelihan kurban. 

Kurban dilaksanakan langsung setelah melaksanakan sholat id di halaman kalurahan Purwomartani. 

Takmir masjid Darul Muttaqien Purwomartani (Al Rubaian) bersama panitia kurban dan relawan "mengeksekusi" penyembelihan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing dari 48 shohibul kurban. 

Total 6 sapi yang disembelih menghasilkan 820 Kg daging dibagikan kepada 430 penerima manfaat yang terdiri dari jamaah, warga sekitar dan panti asuhan. 

Dari kegiatan tersebut terwujud kebersamaan dan keakraban jama'ah dalam satu kalimat pendek "bahagia berbagi kebahagiaan." (ran)


Monday, January 27, 2025

 Tour de Masjid

 



TOUR DE MASJID :

'Isro' Mi'raj' jaman now


Sudah hampir setahun saya sampaikan kepada istri dan anak-anak, "kapan kapan bapak pingin ajak kalian untuk menengok masjid masjid yang bapak (baca : yayasan) terlibat dalam pembangunan masjid-masjid tersebut. Meskipun sekedar duduh weruh. :) yaitu menghubungkan muhsinin pemilik dana dengan tanah wakaf yang menjadi tanggungjawab kami. 


Maksud saya, agar istri dan anak anak tahu aktifitas yang selama ini ayahnya lakukan sehingga sering pulang telat, libur saja masih kesana-kesini sepertinya sok sibuk :) , bahkan "mengurangi" jatah uang yang semestinya dibawa kerumah karena untuk beli bensin ngalor ngidul tersebut. 


Alhamdulillah Hari ini, senin 27 Rajab 1446 H, saya akhirnya berkesempatan mengajak jalan jalan istri dan anak-anak mewujudkan niat tersebut dan saya menyebutnya tour de masjid. 


Ceritanya begini:

Star dari rumah jam 10.00, maunya sih jalur sleman timur dulu. Tapi baru 200 meter keluar rumah ternyata jembatan pulowatu macet parah. Entah ada apa. Akhirnya putar balik ke utara, ganti target, sleman barat. 

Trip pertama tujuan ke Masjid AzZarkasyi di sidomulyo trimulyo sleman. Wakaf kepada Yayasan Darul Muttaqien Medari dari keluarga pak Zarkasyi, melalui pak Muhammad Yusuf. 


Trip kedua, masjid Baitussalam di Jalan Magelang . 17. Wakaf dari dokter Sunarko kepada Persyarikatan Muhammadiyah. 


Trip ketiga, Masjid As-Sakinah di kragan Tempel. Nadzir Muhammadiyah. 


Trip ke empat, Masjid IPHI. Nadzir IPHI Kapanewon Tempel. 


Trip kelima, Masjid Al Iman atau masjid At Rohman di jetis depok, Desa Sendangrejo Mingir. Nadzir Muhammadiyah. 


Trip ke-enam, Masjid Qublan atau masjid Baitul Izzah di Ngloji sendangrejo Minggir. Nadzir Muhammadiyah. Masjid ini punya sejarah heroik, dimana PCM Minggir yang "tidak punya uang" berani ngenyang tanah seluas 2.700 Meter bekas Loji, yang akhirnya dibeli secara berjamaah dan sekarang dikenal dengan istilah Wakaf Melalui Uang. Sesuai dengan rencana, kami dapat ikut sholat dhuhur berjamaah di masjid Baitul Izzah. 


Setelah mampir maksi diatas jembatan kreo, berlanjut. 

Trip ketujuh, Masjid Nurullah yang terletak di Klepu Sendangmulyo Minggir. Apabila masjid lainnya berasal dari Muhsinin luar, Masjid ini dananya bersumber dari Muhsinin lokal yogyakarta yaitu H. Zarkasyi. Dibanding 6 masjid sebelumnya, masjid ini lebih gagah karena harus "bersaing" dengan gereja yang cukup besar di selatannya. 


Trip kedelapan, Musholla As-Sakinah di kompleks Kua Minggir . Meski kecil, namun bagi saya musholla ini sangat bersejarah dan sangat berkesan. Mengapa? 

Karena musholla ini merupakan yang pertama kali dan tonggak awal pergumulan saya "membangun" masjid/musholla. Musholla As Sakinah di bangun saat saya menjadi Kepala KUA di KUAminggir,  tidak di bangun dari donatur tunggal, tetapi dihimpun 'ketengan' dari warga masyarakat minggir dan sekitar. Disinilah saya sebagai kepala KUA merasa sangat menyatu dengan masyarakat se kecamatan. Semua program seperti Gerakan Menikah Menanam, Lomba DBKS, pendataan warga "kumpul kebo' untuk kemudian dinikahkan Massal, Gerakan Maghrib mengaji, dan lainnya semua didukung penuh oleh masyarakat. Lebih bersyukur lagi pengajian Jumat legi dengan menghadirkan takmir-takmir sekitar 70-100 orang hingga saat ini masih terus berjalan. 


Trip kesembilan, Masjid Darul Muhtadin di Toragan Sumberadi Mlati, Sleman. 


Trip kesepuluh, Masjid Thurfah Muhammadiyah yang terletak di Jongke Sinduadi Mlati Sleman. Disini kami berjama'ah sholat ashar. Dan ketemu teman teman takmir yang sangat bersemangat. 


Masjid Thurfah yang baru satu tahun berjalan alhamdulillah sangat makmur. Karena jum'atan selalu membludak, saat ini teman teman takmir sedang melebarkan masjid ke utara dan kentimur. 


sebetulnya masih ada 3 masjid lagi di sisi barat, yaitu MGS di Gamping, Panasan Sleman dan Sleman. Tapi karena sudah sore dan akan ada jadwal ngaji. Maka tour de masjid sementara cukup. 


-------

Bolehlah rihlah kami sekeluarga hari ini kami anggap sebagai napak tilas Isro' mi'raj dimana :


Di sebagian malam tanggal 27 Rajab pada tahun ke-10 kenabian,  nabi Muhammad SAW di perjalankan (Isro') oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah ke masjid Al Aqsho di Palestina, lanjut dinaikkan (mi'raj) hingga menerima perintah sholat 50 kali sehari semalam. Dan berkat masukan Nabi Musa, Nabi Muhammad mendapat "discount" hingga akhirnya 'hanya' menjadi 5 kali sehari semalam. Yang setara dengan 50 kali sholat. 


Syariat itu telah diterima Nabi Muhammad SAW, maka 5 waktu sudah tidak boleh lagi ditawar.

Yang perlu kita ambil hikmahnya adalah : semoga Allah kuatkan kita agar tetap mampu 'menegakkan' shalat. Dengan terus berdoa :


رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربنا و تقبل دعاء

------


Tunggu tour de Masjid seri 2 untuk sektor timur ya

Tuesday, October 1, 2024

Raden Agung Nugraha : Optimalisasi dan produktifitas wakaf uang untuk pemberdayaan umat

 

Pesrpektif Wakaf Produktif SPBU Pertashop UMAM

Wakaf merupakan salah satu instrumen ekonomi dalam Islam yang apabila dikelola dengan baik dan optimal akan mampu mengentaskan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan umat berbasis wakaf.

Permasalahannya, literasi terkait wakaf, khususnya wakaf uang, di Masyarakat Islam Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut dapat dipotret dari hasil survei Indeks Wakaf Nasional tahun 2023 sebesar 0,318 meskipun meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 0,274 pada tahun 2022. Berdasarkan data Kementerian Agama, potensi wakaf uang di Indonesia sebesar 180 triliun namun realisasi wakaf uang yang tercatat sejak 2011 sapai 2018 rata-rata baru Rp. 31,9 miliar setiap tahun.  Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi yang terus menerus dan massif terkait pengertian dan konsep wakaf, pentingnya wakaf serta manfaat wakaf bagi masyakarat atau umat.

Tulisan berikut mencoba mengangkat permasalahan tersebut sekaligus untuk memberikan sumbangan pemikiran bagaimana mengoptimalkan wakaf sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan mampu mengangkat kesejahteraan umat.

Pengertian, Sejarah dan rukun wakaf

Wakaf secara Bahasa berarti menahan, berhenti, diam. Imam Syafi’I dan Ahmad berpendapat bahwa wakaf adalah melepaskan harta yang diwakafkan dari kepemilikan wakif, setelah sempurna prosedur perwakafan. Wakif tidak boleh melakukan apa saja terhadap harta yang diwakafkan, Karena itu mazhab Syafi’i mendefinisikan wakaf adalah “tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda, yang berstatus sebagai milik Allah SWT, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada suatu kebajikan (sosial).

Secara istilah, sebagaimana dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, pada pasal 1 dijelaskan bahwa Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa wakaf semestinya tidak terbatas memberikan tanah untuk dibangun masjid, madrasah, maupun maqbaroh (makam) sebagaimana secara umum dipahami Masyarakat, melainkan lebih luas jenis harta benda wakaf, bentuk wakaf muapun fungsi dan peruntukannya.

Apabila merunut kebelakang, wakaf yang pertamakali dilakukan oleh sahabat Umar bin Khattab berupa tanah berupa kebun kurma yang sangat produktif dan hasilnya disedekahkan untuk kepentingan umat. Contoh lainnya ialah wakaf sumur yang dilakukan oleh sahabat Ustman bin Affan dimana ia membeli sumur dari seorang yahudi dan kemudian airnya disedekahkan dengan cara masyarakat gratis mengambil air dari sumur tersebut. Juga wakaf habib Abdurrahman al-asyi atau yang dikenal habib bugak, warga aceh yang pada tahun 1800an mewakafkan rumah di Makkah dan kemudian menjadi beberapa hotel. Keuntungan dari pengelolaan hotel tersebut setiap tahun ditasharufkan kepada jamaah haji asal Aceh yang menjadi mauquf ‘alaihnya. Pada tahun 2024 ini 4.780 jemaah haji Aceh mendapatkan “deviden” dari kelolaan wakaf tersebut masing-masing sebesar 1.500 riyal atau setara dengan Rp. 6.500.000.

Wakaf merupakan perbuatan yang berdimensi agama sekaligus social, karenanya harus memenuhi unsur-unsur yang terdiri dari : 1) Wakif, pihak baik perseorangan/pribadi maupun lembaga yang berwakaf, 2)  Nadzir; pihak yang diserahi/diberi kewenangan mengelola asset wakaf, baik berupa kelompok perseorangan, organisasi atau badan hukum, 3) Harta benda wakaf, 4) Ikrar wakaf; dan 5) mauquf ‘alaihi, peruntukan dan/atau penerima manfaat waka, serta 6) jangka waktu wakaf.

Urgensi dan manfaat wakaf

Merujuk tiga contoh praktek wakaf diatas, dapat disimpulkan bahwa wakaf yang dikelola secara baik dan produktif mampu memberikan manfaat yang besar bagi umat bahkan berjangka. Wakaf mampu menjadi solusi permasalahan ekonomi umat. Wakaf yang produktif dapat menjadi alternatif sosial dan ekonomi sekaligus disaat negara atau pemerintah mengalami keterbatasan anggaran. AL Azhar mesir bahkan mampu memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai negara dari wakaf yang dikelola.

Pola-pola demikian dapat terus diduplikasi oleh Lembaga-lembaga pengelola wakaf yang manfaatnya berdampak langsung kepada umat. Bentuknya bisa berupa bantuan langsung terhadap kebutuhan dasar umat, beasiswa Pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui pemberian modal usaha,

Mari berwakaf sekarang

Wakaf uang sebagai lifestyle

Wakaf berupa tanah telah banyak dilakukan, bahkan tidak sedikit tanah wakaf yang belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Misalnya, wakaf untuk masjid namun masjidnya tidak segera terbangun. Wakaf untuk sekolah/madrasah/pesantren namun bangunannya belum ada. Alasannya klasik, belum ada dana untuk mewujudkannya.

Berkenaan dengan hal tersebut, kita perlu terus menggelorakan gerakan wakaf uang dan atau wakaf melalui uang. Mengapa? apabila wakaf tanah menuntut seseorang kaya terlebih dahulu, namun wakaf uang dan atau wakaf melalui uang dapat dilakukan oleh setiap kaum muslimin tanpa harus menunggu kaya. Bahkan dengan uang Rp. 1.000.000 atau bahkan lebih kecil nilainya.

Kita dapat berwakaf. uang dengan cara memilih nadzir yang kita percaya, berintegritas dan professional serta telah terdaftar pada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Nadzir tersebut memiliki rekening pada Lembaga Keuangan Syari’ah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU). Menyesuaikan dengan aktifitas, kesibukan dan “gaya hidup” serta kemudahan teknologi, wakaf uang bahkan tidak menuntut kita datang berhadapan langsung dengan nadzir karena telah diwakili oleh LKS PWU yang akan menerima wakaf kita kemudian menerbitkan sertifikat wakaf uang. Wakaf uang bahkan dapat dolakukan darimana saja melalui aplikasi dan atau system yang dapat kita akses dari handphone kita.

 Gerakan wakaf uang dan atau wakaf melalui uang akan mampu mengurai persoalan tanah wakaf yang sementara ‘terbengkalai’ menjadi berbagai proyek wakaf produktif seperti hotel, Restaurant, SPBU, Farming, Retail dan bentuk usaha dan investasi lain yang pada akhirnya mampu memberikan solusi  terhadap persoalan umat seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan juga ekonomi  menuju umat yang berdaya.

Akhirnya, mari jadikan wakaf uang menjadi gaya hidup kita bersama. Semoga..




Monday, August 21, 2023

Yuk berwakaf tunai untuk dukung pengembangan wakaf produktif

 

Yayasan Darul Muttaqien Medari sedang mengembangkan percontohan kegiatan Wakaf produktif berupa masjid, SPBU Pertashop, toko dan rumah tahfidz yang terletak di Dusun Sambirejo, Selo martani, Kalasan, Sleman, DIY. 

Kedepan hasil dari usaha ekonomi itu pada waktunya diharapkan dapat menopang biaya operasional masjid dan Rumah tahfidz. 

Program tahun ini adalah penyempurnaan pembangunan masjid berupa pemasangan konblok, pemasangan teras kanopi, pengisian meubelair kamar rumah tahfidz dan modal usaha untuk pengisian barang dagangan toko. 

Mari sisihkan sebagian zakat, infaq, shodaqah untuk mendukung program tersebut. Semoga menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya. 


Kebutuhan dana :

1. Pemasangan kanopi masjid : Rp. 90.000.000,-

2. Meubelair rumah tahfidz : Rp. 35.000.000,-

3. Modal usaha toko : Rp. 100.000.000,-


Donasi dapat disalurkan melalui :

Rek BRI : 024701025802536

An. Masjid Darul Muttaqien


Untuk konfirmasi dapat penghubungi No. 085743984745 atas nama Agung Nugraha

Friday, April 29, 2022

Khutbah Idul Fitri 1443 H : Memaknai Idul Fitri dan Merajut silaturahmi I R. Agung Nugraha

 




الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لآأِلهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ.اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ .اللهُ اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُاِللهِ كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةَوَّاَصِيْلًا

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

 

Jama’ah shalat Id rahimakumullah, marilah bersama kita panjatkan rasa puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan ridha-NYa kita telah diperkenankan bertemu bulan Ramadhan 1443 H, berkesempatan melaksanakan serangkaian ibadah didalamnya hingga pada akhirnya kita akhiri dengan membayar zakat dan melaksanakan Shalat Idul Fitri dipagi ini dengan penuh suka cita. Semoga seluruh ibadah yang telah kita laksanakan diterima dan dicatat sebagai wujud taqwa kita kepada Allah. Amien..

            Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh umatnya, insyaallah termasuk kita semua yang hadir di majelis yang mulia ini. Aamiin

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

Kita tentu bersyukur dan bergembira karena telah diberikan kesempatan menyelesaikan rangkaian ibadah Ramadhan tahun ini. Namun bersamaan dengan itu tentu kita merasa sedih, karena kesempatan meraup rahmat dan ampunan Allah akan segera  meninggalkan kita semua, sementara kita tidak tahu apakah masih akan diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang. Pertanyaannya ialah, apakah dengan berakhirnya Ramadhan, habiskah kesempatan kita untuk menangguk pahala dan ridha Allah?  Jawabnya ternyata tidak…

Ramadhan hanyalah proses pelatihan, Puasa merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan Allah. Tujuan perintah puasa, dan ibadah – ibadah yang lain, tidak lain adalah agar kita menjadi manusia yang semakin hari semakin meningkat ketaqwaannya. Untuk mewujudkan hal itu, maka kita harus mampu meningkatkan kualitas ibadah kita. Ibadah yang berkualitas adalah ibadah yang mampu terinternalisasi dalam diri seorang hamba dan tercermin dalam diri dan kepribadian seseorang diluar konteks ibadah itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara agar ibadah yang dilakukan dapat berkualitas sehingga terinternalisasi dan terimplementasi dalam denyut kehidupan kita dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan ?

 Bantu Rumah Tahfidz Darul Muttaqien

Allahu Akbar 2 x, walillahilhamd

Agar ibadah yang kita kerjakan semakin berkualitas dan sesuai dengan kehendak Allah dan tuntunan Rasul. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

1.    Mengerti dan memahami kaifiyah ibadah

Untuk meningkatkan kualitas suatu ibadah, kita harus senantiasa mempelajari, mengerti dan memahami kaifiyah ibadah yang akan kita lakukan, baik yang berupa ketentuan, tata cara, syarat dan rukunnya. Disinilah kemudian kita harus selalu berusaha menggali ketentuan-ketentuan yang terkait dengan ibadah yang kita lakukan. Dalam hal puasa, misalnya, dari sisi fiqh, pengertian puasa adalah menahan makan, minum dan hubungan antara suami istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari disertai niat karena Allah. Sehingga rukun Puasa adalah pertama niat dan kedua, menahan makan, minum dan jima’ (hubungan suami istri).  Apabila kita mampu memenuhi dua rukun tersebut, maka dari sisi fiqh kewajiban puasa itu telah gugur (tertunaikan).

Lebih dari itu, kita juga harus mengerti dan paham bahwa selain menahan makan, minum dan hubungan suami istri, seorang yang berpuasa disunnahkan untuk makan sahur dan mengakhirkannya, mendahulukan berbuka dengan yang manis (kurma), memperbanyak dzikir, sholat sunnat, tadarus al-qur’an, shodaqah, dst.

Kita juga harus mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa, serta tindakan dan perilaku yang dapat membatalkan ibadah puasa atau yang akan mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.

Ketentuan, tata cara, syarat dan rukun puasa tersebut harus selalu kita kaji dan secara bertahap dan terus menerus kita tingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Demikian juga dengan larangan-larangan tersebut harus terus-menerus kita hindarkan.

Apabila kita telah mampu memahami dan melakukan puasa sesuai dengan kaifiyah tersebut, maka kita telah mampu mmengamalkan ibadah tersebut secara baik dan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan sunnah Rasul.

 

2.    Mengerti dan memahami ruh (esensi) dari ibadah yang diperintahkan

Setelah mengetahui dan memahami ketentuan, tata cara, syarat dan rukun ibadah, maka tahap selanjutnya kita harus selalu berusaha memahami ruh (esensi) dari  ibadah tersebut. Artinya, meski kita telah melakukan sebuah ibadah sesuai dengan kaifiyah yang dituntunkan, hal itu belum sempurna apabila kita belum memahami esensi dari ibadah yang kita lakukan. Hal ini penting agar setiap kita berusaha menggali rahasia dibalik ibadah yang disyari’atkan.

Dalam konteks puasa, esensi dari puasa adalah mengendalikan diri dan nafsu.. Makan, minum dan hubungan suami istri hanyalah simbul atau sebagian dari nafsu manusia yang harus dikendalikan. Karena itulah orang yang berpuasa juga diperintahkan untuk meninggalkan perilaku sia-sia (laghwi, tidak produktif), kata-kata kotor (rofasy), mencela dan menjelek-jelekkan orang lain (syatam) dan masih banyak hal lain yang harus dihindari oleh orang berpuasa agar puasanya mempunyai makna dan tidak sekedar mendapat lapar dan dahaga sebagaimana sabda Nabi :

“betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu selain lapar dan dahaga”.

Dengan demikian, meskipun setiap tahun selama sebulan penuh kita mampu melaksanakan puasa, tidak makan, minum dan hubungan suami istri, namun bila  tidak memahami esensinya, kita akan selalu kembali melakukan tindakan-tindakan yang diluar pengendalian diri tersebut.

3.    Adanya atsar dari ibadah

Setelah melaksanakan ibadah sesuai ketentuan, tata cara, syarat dan rukunnya serta mengetahui dan memahami ruh dari perintah ibadah tersebut, maka sebuah ibadah akan sempurna dan berkualitas apabila menghasilkan atsar (bekas) berupa kesalehan kita diluar ibadah. Artinya, kesalehan seseorang tidak sekedar diukur dengan terlaksananya sebuah ibadah, lebih dari itu ibadah akan berkualitas dan optimal apabila orang yang melakukan ibadah tersebut mampu menginternalisasikan ruh ibadah dan mengimplementasikannya disepanjang kehidupan.

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

            Jamalah, sholat Id rahimakumullah.

            Ada pepatah arab, Laisal 'ied man labisal jadid, innamal 'ied man taqwallahu taziid, Idul fitri bukan sekedar baju baru, melainkan bertambahnya taqwa orang yang berpuasa. Dalam konteks inilah tampaknya kita masih harus terus melakukan muhasabah / perenungan yang dalam apakah ibadah puasa dan amaliah ramadhan yang sudah bertahun-tahun kita laksanakan itu sudah terinternalisasi dan menjadi ruh didalam kehidupan kita sehari-hari.

Karenanya, agar ibadah seluruh rangkaian ibadah kita itu berbekas dan tidak sekedar menjadi rutinitas tahunan, sudah seharusnya kita memancangkan niat didalam diri kita untuk melestarikan amaliah ramadhan tersebut diluar bulan ramadhan. Pelestarian yang kami maksudkan ialah disamping secara lahiriah kita melanjutkan kegiatan ramadhan tersebut diluar bulan ramadhan, seperti puasa wajib kita lanjutkan dengan puasa sunnah, shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat malam, tadarus ramadhan dilanjutkan dengan tadarus harian setelah maghrib atau setelah subuh dsb. Adapun yang bersifat kolektif/Jama’ah kita dapat melestarikan amaliah ramadhan dengan memudawamahkan shalat jama’ah, menghidupkan dan menggairahkan pengajian rutin.dan yang lainnya..

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

            Jamaah sholad id rahimakumullah. setelah dua tahun kita tidak merayakan lebaran karena pandemi Covid-19, Idul fitri tahun ini merupakan momen yang sangat baik untuk merajut Kembali silaturahmi. Silaturahmi yang perlu kita bangun mencakup dua hal.

Pertama, silaturahmi antar anggota keluarga sedarah dan/atau keluarga dekat. Setelah dua tahun tidak mudik, saat ini kita berkesempatan pulang kampung bertemu ayah, ibu dan keluarga secara langsung. Bagi yang masih memiliki orang tua, ayah atau ibu, manfaatkan moment idul fitri ini untuk mengekpresikan bakti kepada orang tua (birrul walidain) dengan “sungkem”, memegang erat tangan bahkan memeluk orang yang telah mendidik dan membesarkan kita. Memang doa bisa kita lantunkan kapan dan dimana saja, bahkan alat komunikasi bisa membantu kita mendekatkan jarak dan melihat wajah mereka. Namun tentu berbeda rasa dan ikatan emosi antara bertemu langsung dibanding dengan sekedar telepon bahkan video call sekalipun. Bukan bingkisan dan oleh-oleh yang ditunggu orang tua kita. Kehadiran fisik kita tentu akan membuat mereka sangat Bahagia. Ketika ayah dan ibu sudah meninggal, ada kecenderungan renggangnya ikatan antara anak dan cucu karena tidak ada lagi “pengikat”, jadikan momen idul fitri ini untuk merajut silaturahmi dan persaudaraan yang dihubungan karena pertalian darah, anak, cucu buyut dan seterusnya dengan saling berkunjung, memanjangkan umur dan meluaskan rejeki.  

Allah berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaf : 15)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Artinya : “Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka”. (Al Ahqaf : 16)

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

Silaturahmi kedua adalah, silaturahmi dan rekonsiliasi nasional antar anak bangsa. Idul fitri ini penting dimaknai demikian mengingat sekitar dua sampai lima tahun terakhir kita disuguhi berbagai konten  media social yang saling menghujat bahkan seolah terbelah kedalam dua kubu yang tidak berkesudahan. Lupakan caci maki, kebencian dan heatspeach. Akan sangat indah apabila memaknai idul fitri tahun ini para pemimpin nasional bertemu dan dengan tulus memberikan contoh kedamaian yang sejati.

Allahu Akbar 2x walillahilhamd

Mengakhiri khutbah kali ini, selagi Ramadhan belum jauh kita tinggalkan marilah kita semua merenung sejenak, betapa sebetulnya kita masih mempunyai kesempatan yang luas untuk beribadah sebanyak mungkin. Menangguk ridha Allah tidak saja terbatas di bulan Ramadhan tetapi disepanjang waktu selagi kesempatan itu masih diberikan dan disemua tempat didalam seluruh lapangan kehidupan kita.

Akhirnya, marilah kita berdo’a, semoga Allah berkenan memberikan kesempatan dan kekuatan kepada kita untuk menjaga dan melestarikan amaliah Ramadhan, membangun dan menokohkan silaturahmi untuk terwujudkan kedamaian yang bisa mengantarkan kita menjadi pribadi yang semakin bertaqwa kepada Allah.

الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فيِ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَ الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ

 

Untuk versi youtube, berikut link videonya : https://youtu.be/T8Bb82iiK4s

Saturday, February 5, 2022

Laporan Penghimpunan Dana Urug untuk Wakaf Produktif di Selomartani




Pondasi dan urugan masjid Darul Muttaqien Selomartani

Alhamdulillah, Puji dan ungkapan syukur kepada Allah yang maha kaya (al Ghaniy), dan telah menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menyisihkan sebagaian hartanya untuk mendukung kegiatan pengembangan wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari yang berlokasi di Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Lihat : Wakaf Produktif : Masjid, Rumah Tahfdiz dan Unit Ekonomi Produktif

Kami laporkan bahwa hingga tanggal 5 Februari 2022, total dana yang masuk sebesar Rp. 40.350.000 dan dikeluarkan untuk pembayaran pembelian urug sebanyak 109 rit dengan jumlah total Rp. 38.150.000 sehingga masih ada kelebihan sebesar Rp. 2.200.000.

Kelebihan dana tersebut akan kami gunakan untuk modal awal pembangunan rumah tahfidz berupa 4 kamar dan satu rumah imam/musyrif yang secara global diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 350.000.000 (tigaratus limapuluhjuta rupiah)

Kami menghaturkan terimakasih kepada para muhsinin teriring doa semoga dana yang diberikan menjadi amal jariyah dan berkah. 

Berikut kami sampaikan daftar donatur tanah urug sebagai berikut :

No

Nama

Jumlah (Rp)

Keterangan

1

Hj. Siti Rahayu

1.050.000

Cash

2

Bp. Agung Nugraha

1.050.000

Cash

3

Bp. Guntur Wahyudi

700.000

BPD

4

Bp. Hartadi

700.000

BRI

5

Ibu Dina Islamiyah

700.000

BRI

6

Bp. M. Zamroni

1.050.000

BSI

7

Bp. Marzuki

700.000

BPD

8

Ibu Sri Zaenah

700.000

BSI

9

Bp. Iskandar

700.000

Cash

10

Ibu Diah Puspitasari

1.050.000

BSI

11

Bp. Sidik Miharjo (Alm)

350.000

BRI

12

Ibu Suharsi (Almh)

350.000

BRI

13

Hj. Sriyati Sipora

2.500.000

BSI

14

Ibu Yuni

700.000

BRI

15

Ibu Sumaryati

700.000

BRI

16

Hj. Andarini

700.000

BSI

17

Hj. Sri Tasmiatun

350.000

BSI

18

H. Subagyo

1.050.000

BRI

19

Kel. Agus Ridwan

350.000

BSI

20

Bp. Sartono

700.000

BSI

21

Hj. Mainah

350.000

Cash

22

Ibu Yuyun

350.000

Cash

23

Hj. Siti Rahayu

350.000

Cash

24

Hj. Karyati

350.000

Cash

25

Bp. Sudiyono (Alm)

350.000

Cash

26

Ibu Dwi

350.000

Cash

27

Ibu Muslichatun

350.000

Cash

28

Bp. Wafiq

350.000

Cash

29

Bp. Andi Aditya

350.000

BRI

30

Bp. Diyarno

5.000.000

BRI

31

Bp. Indra Roneli

1.050.000

BRI

32

Bp. Turasman

350.000

BRI

33

Bp. Abdulrohman

350.000

Cash

34

Ibu Dwi Ana

700.000

BRI

35

Bp. Edi Subowo

350.000

BRI

36

Bp. Tri Susilo

700.000

BRI

37

Ibu Indrawati Kusuma

2.100.000

BRI

38

No name

350.000

BRI

39

Ibu Nurhayati

500.000

Cash

40

UMAM

9.450.000

Cash

41

H. Darmawi

3.500.000

BRI

42

Hj. Ruji

5.000.000

BRI

 

Jumlah

40.350.000

 

 

Pembelian Urug 109 rit

38.150.000

 

 

Saldo

2.200.000

 


Mohon doa agar pembangunan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan segera dapat digunakan untuk kegiatan menyiapkan generasi qur'ani. (ran)