Saturday, October 31, 2026

Seorang bapak yang hatinya tersentuh


Oleh : Gunung Sutopo

__

Beberapa waktu lalu, saya hadir di walimahan seorang sahabat baik saya. Di tengah suasana yang hangat itu, perhatian saya tertuju kepada sahabat tersebut. Saya melihat wajahnya menyimpan sesuatu yang sulit disembunyikan. Ia nampak emosional, berusaha menahan haru, tetapi air mata akhirnya menetes di pipinya. 

Saya mengenalnya sebagai pribadi yang cukup tenang dan matang. Pemandangan pagi tadi memperlihatkan sisi lain dari dirinya, sisi seorang bapak yang hatinya sedang tersentuh oleh kebahagiaan anaknya.

Pemandangan itu membawa pikiran saya pada satu hal yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka. Kita sering memperoleh kesan bahwa ikatan emosional seorang ibu dengan anak lebih mudah terlihat. Ibu lebih ekspresif dalam menunjukkan kegembiraan, kecemasan, kerinduan, bahkan kesedihan. 

Sementara bapak cenderung menyimpan perasaannya. Ia bisa terlihat tenang ketika anaknya memperoleh keberhasilan, atau tetap berusaha tegak ketika anaknya sedang menghadapi kesulitan. Padahal, ekspresi yang berbeda tidak dengan sendirinya menunjukkan kedalaman cinta yang berbeda.

Saya sendiri merasakan ada semacam gengsi lelaki dalam memperlihatkan air mata. Menangis karena terharu menyaksikan keberhasilan anak, atau karena bahagia melihat anak menemukan jalan hidupnya, kadang terasa seperti sesuatu yang sebaiknya disimpan. Begitu pula ketika anak sedang berada dalam keadaan memprihatinkan. 

Ada dorongan untuk tetap terlihat kuat, seolah-olah seorang bapak harus selalu mampu mengendalikan keadaan, termasuk keadaan batinnya sendiri. Kita terbiasa menjadi tempat anak-anak bersandar, sehingga sesekali merasa canggung ketika hati kita sendiri membutuhkan ruang untuk melepaskan rasa.

Namun, kehidupan seorang bapak sesungguhnya menyimpan banyak peristiwa yang tidak seluruhnya dapat diceritakan kepada anak-anaknya. Ada kecemasan tentang masa depan mereka, ada kegelisahan ketika melihat mereka mengambil keputusan yang kurang tepat, ada kebanggaan yang sengaja tidak terlalu diperlihatkan agar anak tidak tumbuh dalam pujian yang berlebihan. 

Bahkan, ada doa-doa yang dipanjatkan dalam kesunyian, jauh dari pengetahuan mereka. Bapak sering memilih menyampaikan perhatian melalui tindakan, memastikan kebutuhan terpenuhi, memberikan perlindungan, atau diam-diam mencari jalan ketika anak sedang menghadapi kesulitan. 

Barangkali inilah salah satu bahasa cinta seorang bapak yang tidak selalu terbaca melalui kata-kata.

Waktu juga mengajarkan sesuatu kepada seorang bapak. Dahulu, anak-anak membutuhkan tangannya untuk belajar berjalan, membutuhkan kehadirannya ketika berangkat sekolah, dan membutuhkan perlindungannya ketika berhadapan dengan dunia yang belum mereka kenal. 

Perlahan, mereka tumbuh, memiliki pemikiran sendiri, menentukan pilihan, membangun pergaulan, hingga kelak membentuk keluarga. Ada kebahagiaan ketika melihat mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri, tetapi ada pula rasa haru yang menyertainya. 

Seorang bapak sedang menyaksikan keberhasilan dari perjalanan panjang pengasuhannya sekaligus menyadari bahwa sebagian ruang kehidupan anak-anaknya tidak lagi berada dalam jangkauan tangannya.

Di sinilah saya melihat bahwa cinta seorang bapak memiliki dimensi yang menarik. Ia ingin anaknya berhasil, tetapi juga harus belajar menerima bahwa keberhasilan itu akan membawa anaknya semakin mandiri. 

Ia ingin selalu hadir, tetapi memahami bahwa kehadirannya tidak harus selalu menjadi pusat kehidupan anak. Ia ingin melindungi, tetapi juga harus memberi ruang agar anak belajar menghadapi konsekuensi dari pilihannya sendiri. 

Ada kebesaran hati yang diperlukan untuk menyaksikan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak lagi bergantung kepadanya. Kebanggaan seorang bapak bukan hanya ketika anaknya membutuhkan dirinya, tetapi juga ketika anaknya mampu menjalani kehidupan dengan baik tanpa harus selalu berada di dekatnya.

Anak bukan sekadar penerus nama keluarga, kebanggaan sosial, atau capaian pengasuhan orang tua. Mereka adalah amanah yang kebahagiaannya tidak berhenti pada keberhasilan duniawi, melainkan juga pada kebaikan perjalanan hidup dan kedekatannya dengan Sang Pencipta.

Pagi itu saya menyaksikan air mata seorang bapak. Saya tidak tahu seluruh kenangan dan perasaan yang sedang melintas dalam benaknya. Namun, pemandangan itu membuat saya merenungkan diri sendiri. Kita, para bapak, barangkali terlalu terbiasa menjaga ketegaran sehingga kadang lupa bahwa hati juga memiliki bahasa yang perlu diberi kesempatan untuk berbicara. 

Menangis karena bahagia melihat anak berhasil, atau menangis karena sedih melihat anak sedang terpuruk, *bukanlah sesuatu yang mengurangi martabat seorang lelaki.* Ada ketegaran yang justru menjadi lebih utuh ketika ia tidak kehilangan kelembutan.

Saya kira, seorang bapak tetap boleh memiliki air mata. Tidak harus sering diperlihatkan, tidak pula harus selalu dijelaskan. Ada saatnya ia cukup membiarkan rasa itu hadir, sebagai ungkapan syukur, cinta, dan kerinduan yang telah lama tersimpan. 

Barangkali, di antara banyak hal yang tidak sempat disampaikan seorang bapak kepada anak-anaknya, ada satu hal yang sesungguhnya selalu ingin ia pastikan, bahwa dalam diamnya pun, mereka selalu memiliki tempat yang begitu luas di hatinya.


*Ahad , 01 Nopember 2026*

Wednesday, August 19, 2026

R. Agung Nugraha; Jadwal Khutbah Jumat Tahun 2027

 

 


No

Tanggal

Pasaran

Masjid

1

01/01/2027

Pon

Latifah Al Jabbar*)

2

08/01/2027

Kliwon

 

3

15/01/2027

Pahing

Darul Muttaqien Selomartani

4

22/01/2027

Wage

AL Barokah

5

29/01/2027

Legi

 

6

05/02/2027

Pon

Latifah Al Jabbar

7

12/02/2027

Kliwon

As Sa'adah Mlati

8

19/02/2027

Pahing

Al Faruq PKU Pakem

9

26/02/2027

Wage

MINA 

10

05/03/2027

Legi

YTCS Turi

11

12/03/2027

Pon

Latifah Al Jabbar*)

12

19/03/2027

Kliwon

 

13

26/03/2027

Pahing

Darul Muttaqien Purwomartani

14

02/04/2027

Wage

Al Barokah Pulowatu

15

09/04/2027

Legi

 

16

16/04/2027

Pon

Latifah Al Jabbar*)

17

23/04/2027

Kliwon

 

18

30/04/2027

Pahing

Darul Muttaqien Selomartani

19

07/05/2027

Wage

 

20

14/05/2027

Legi

YTCS Turi

21

21/05/2027

Pon

Latifah Al Jabbar

22

28/05/2027

Kliwon

 

23

04/06/2027

Pahing

 

24

11/06/2027

Wage

Al Barokah Pulowatu

25

18/06/2027

Legi

 

26

25/06/2027

Pon

Latifah Al Jabbar*)

27

02/07/2027

Kliwon

 

28

09/07/2027

Pahing

Al Faruq PKU Pakem

29

16/07/2027

Wage

 

30

23/07/2027

Legi

YTCS Turi

31

30/07/2027

Pon

Latifah al Jabbar*

32

06/08/2027

Kliwon

Thurfah Muhammadiyah 

33

13/08/2027

Pahing

Darul Muttaqien Selomartani

34

20/08/2027

Wage

Al Barokah Pulowatu

35

27/08/2027

Legi

 

36

03/09/2027

Pon

Latifah Al Jabbar

37

10/09/2027

Kliwon

 

38

17/09/2027

Pahing

Darul Muttaqien Purwomartani

39

24/09/2027

Wage

 

40

01/10/2027

Legi

Thurfah Muhammadiyah

41

08/10/2027

Pon

Latifah Al Jabbar*)

42

15/10/2027

Kliwon

MINA 

43

22/10/2027

Pahing

Al Hikmah Murangan

44

29/10/2027

Wage

Al Barokah Pulowatu

45

05/11/2027

Legi

 

46

12/11/2027

Pon


47

19/11/2027

Kliwon

As Sa'adah Mlati

48

26/11/2027

Pahing

 

49

03/12/2027

Wage

Darul Muttaqien Purwomartani

50

10/12/2027

Legi

 

51

17/12/2027

Pon

Latifah Al Jabbar

52

24/12/2027

Kliwon

 

53

31/12/2027

Pahing