Oleh : Agung Nugraha
Pengantar
Setelah menerima perintah sholat ketika isro' mi'roj, nabi sholat menghadap kearah masjid al Aqsho hingga hijrah ke Madinah.
Waktu berjalan, nabi "rindu" Makkah dan ingin agar sholat dihadap
kan ke Masjidil Haram. Selain karena "bullyan" orang orang Yahudi, juga ingin agar ka'bah yang merupakan "rumah Allah pertama" (Awwala baitin) menjadi pusat ibadah umat.
Allah memahami kerinduan nabi muhammad tersebut dan mengubah arah kiblat dari Al Aqsho ke Masjidil Harom di Makkah.
Allah berfirman :
قَدۡ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى السَّمَآءِۚ فَلَـنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً تَرۡضٰٮهَا فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِؕ وَحَيۡثُ مَا كُنۡتُمۡ فَوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ شَطۡرَهٗ ؕ وَاِنَّ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ لَيَـعۡلَمُوۡنَ اَنَّهُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّهِمۡؕ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُوۡنَ
Artinya :
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (Al Baqoroh : 144)
Kiblat dan klasifikasinya.
Kiblat adalah arah terdekat yang merujuk ke suatu tempat dimana bangunan ka'bah berada.
Ulama berbeda pendapat terkait kiblat, apakah ka'bah atau Masjidil haram.
Ulama syafiiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa kiblat adalah ka'bah. Ini didasarkan pada hadis fi'liyah yang menerangkan bahwa nabi Muhammad masuk ka'bah tidak sholat didalamnya, tetapi hanya berdoa di sudut sudutnya. Kemudian keluar baru sholat dan mengatakan inilah kiblat.
أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ لما دخل البيتَ دعا في نواحيه كلِّها ولم يصلِّ فيه حتى خرَج ، فلما خرَج ركَع في قِبَلِ البيتِ ركعتينِ وقال : هذه القبلةُ ، قلت : ما نواحيها في زواياها ؟ قال : في كلِّ قبلةٍ منَ البيتِ
Ulama hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa kiblat adalah masjidil Haram dengan berdasarkan pada firman Allah Qs. Al Baqarah : 144.
Dengan pendekatan kaidah Al jam'u wat-taufiq, kiblat umat islam dikatagorikan menjadi tiga, yaitu 1) Kiblat Yakin bagi orang yang berada didalam Masjidil Haram dan bisa melihat langsung (dengan mata kepala) Ka'bah, 2) Kiblat dzan bagi orang yang berada di luar Masjidil Haram, tidak dapat melihat langsung ka'bah tetapi hanya melihat bangunan masjidil Haram serta menduga kuat bahwa didalam masjid terdapat ka'bah, dan 3) Kiblat ijtihad bagi orang yang jauh dari masjidil Haram, tidak melihat Masjidil haram, dan bersungguh-sungguh (ijtihad) berusaha mengarahkan arah sholat ke ka'bah/Masjidil haram.
Bagaimana mengarahkan kiblat sholat?
Disamping menciptakan langit dan bumi, Allah memberikan perangkat matahari dan bulan. Surat yunus ayat 5 memberikan petunjuk agar kita mampu melakukan perhitungan, tidak terkecuali arah kiblat. Selain dengan cara menghitung, kita juga bisa melajukan kalibrasi arah kiblat secara sederhana dengan bayangan matahari, kegiatan ini disebut rusydul qiblat.
Tanggal 15 & 16 Juli ini terjadi istiwa' a'dham dimana matahari tepat diatas ka:bah saat dhuhur, sehingga semua bayangan matahari mengarah ke ka'bah. Di Indonesia peristiwa tersebut terjadi pada pukul16.27 WIB dan dapat digunakan untuk rusydul qiblat (melakukan kalibrasi/meluruskan arah kiblat).
Luruskan Kiblat Kehidupan
Disamping menghadapkan arah sholat ke ka'bah, kita juga senantiasa mengikrarkan menghadapkan wajah kepada Allah sebagaimana firman Allah :
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Artinya :
Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan (mengikuti) agama yang lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
Ikrar ini memberikan pesan bahwa kita harus senantiasa menghadapkan seluruh aktifitas kehidupan kita diarahkan hanya kepada Allah, untuk mendapatkan ridha Allah.
Jangan sampai sholat menghadap kiblat tetapi jalan hidup kita tidak menuju Allah.