Monday, July 13, 2026

Meluruskan Kiblat dan Arah Kehidupan


Oleh : Agung Nugraha

Pengantar

Setelah menerima perintah sholat ketika isro' mi'roj, nabi sholat menghadap kearah masjid al Aqsho hingga hijrah ke Madinah. 


Waktu berjalan, nabi "rindu" Makkah dan ingin agar sholat dihadap

kan ke Masjidil Haram. Selain karena "bullyan" orang orang Yahudi, juga ingin agar ka'bah yang merupakan "rumah Allah pertama" (Awwala baitin) menjadi pusat ibadah umat. 


Allah memahami kerinduan nabi muhammad tersebut dan mengubah arah kiblat dari Al Aqsho ke Masjidil Harom di Makkah. 


Allah berfirman :


قَدۡ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى السَّمَآءِ​​ۚ فَلَـنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً تَرۡضٰٮهَا​ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِؕ وَحَيۡثُ مَا كُنۡتُمۡ فَوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ شَطۡرَهٗ ​ؕ وَاِنَّ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ لَيَـعۡلَمُوۡنَ اَنَّهُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّهِمۡ​ؕ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُوۡنَ‏ 


Artinya : 

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (Al Baqoroh : 144) 


Kiblat dan klasifikasinya. 

Kiblat adalah arah terdekat yang merujuk ke suatu tempat dimana bangunan ka'bah berada. 


Ulama berbeda pendapat terkait kiblat, apakah ka'bah atau Masjidil haram. 

Ulama syafiiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa kiblat adalah ka'bah. Ini didasarkan pada hadis fi'liyah yang menerangkan bahwa nabi Muhammad masuk ka'bah tidak sholat didalamnya, tetapi hanya berdoa di sudut sudutnya. Kemudian keluar baru sholat dan mengatakan inilah kiblat. 


 أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ لما دخل البيتَ دعا في نواحيه كلِّها ولم يصلِّ فيه حتى خرَج ، فلما خرَج ركَع في قِبَلِ البيتِ ركعتينِ وقال : هذه القبلةُ ، قلت : ما نواحيها في زواياها ؟ قال : في كلِّ قبلةٍ منَ البيتِ



Ulama hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa kiblat adalah masjidil Haram dengan berdasarkan pada firman Allah Qs. Al Baqarah : 144.


Dengan pendekatan kaidah Al jam'u wat-taufiq, kiblat umat islam dikatagorikan menjadi tiga, yaitu 1) Kiblat Yakin bagi orang yang berada didalam Masjidil Haram dan bisa melihat langsung (dengan mata kepala) Ka'bah, 2) Kiblat dzan bagi orang yang berada di luar Masjidil Haram, tidak dapat melihat langsung ka'bah tetapi hanya melihat bangunan masjidil Haram serta menduga kuat bahwa didalam masjid terdapat ka'bah, dan 3) Kiblat ijtihad bagi orang yang jauh dari masjidil Haram, tidak melihat Masjidil haram, dan  bersungguh-sungguh (ijtihad) berusaha mengarahkan arah sholat ke ka'bah/Masjidil haram. 


Bagaimana mengarahkan kiblat sholat? 


Disamping menciptakan langit dan bumi, Allah memberikan perangkat matahari dan bulan. Surat yunus ayat 5 memberikan petunjuk agar kita mampu melakukan perhitungan, tidak terkecuali arah kiblat. Selain dengan cara menghitung, kita juga bisa melajukan kalibrasi arah kiblat secara sederhana dengan bayangan matahari, kegiatan ini disebut rusydul qiblat. 


Tanggal 15 & 16 Juli ini terjadi istiwa' a'dham dimana matahari tepat diatas ka:bah saat dhuhur, sehingga semua bayangan matahari mengarah ke ka'bah. Di Indonesia peristiwa tersebut terjadi pada pukul16.27 WIB dan dapat digunakan untuk rusydul qiblat (melakukan kalibrasi/meluruskan arah kiblat). 


Luruskan Kiblat Kehidupan

Disamping menghadapkan arah sholat ke ka'bah, kita juga senantiasa mengikrarkan menghadapkan wajah kepada Allah sebagaimana firman Allah :


 إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Artinya :

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan (mengikuti) agama yang lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.


Ikrar ini memberikan pesan bahwa kita harus senantiasa menghadapkan seluruh aktifitas kehidupan kita diarahkan hanya kepada Allah, untuk mendapatkan ridha Allah. 


Jangan sampai sholat menghadap kiblat tetapi jalan hidup kita tidak menuju Allah.

Wednesday, May 27, 2026

Gunung Sutopo : WUKUF


 

*W U K U F*

_antara Dzuhur dan Ashar  di Arafah, Aku selalu merindukannya_


_______

Yang pernah berhaji ,akan  selalu ingat hari itu , yaitu *Wukuf*, berdiamnya jiwa di hadapan Allah. Bukan sekadar tubuh yang menetap di Padang Arafah, melainkan batin yang perlahan berhenti dari seluruh hiruk dunia. Pada saat itulah manusia seperti dipanggil masuk ke dalam dirinya sendiri, menuruni lorong-lorong sunyi yang selama ini tertutup oleh kesibukan usia. 


Di sana, segala yang tampak megah di dunia perlahan luruh, tinggal seorang hamba kecil yang duduk gemetar di hadapan Tuhannya. Dan di padang itu aku merasa, wukuf bukan lagi ibadah, melainkan peristiwa ruhani ketika langit membuka tirainya sedikit demi sedikit untuk menunjukkan siapa aku dan siapa Dia.


Kesadaran datang seperti angin gurun yang menyentuh pelan wajah yang letih. Tentang dosa-dosa yang diam-diam mengendap di dalam usia, tentang kata-kata yang pernah melukai, tentang langkah-langkah yang menjauh dari cahaya Ilahi, juga tentang ibadah yang kadang masih dipenuhi keinginan dipandang baik oleh manusia. 


Pada hari itu hati seperti dipaksa memandangi dirinya sendiri tanpa tabir. Dan aku pun gemetar oleh satu ketakutan yang sulit dijelaskan, bagaimana jika seluruh taubat ini ternyata belum cukup mengetuk pintu ampunan-Nya.


Namun justru di tengah gentar itu, nama Allah terasa turun begitu lembut ke dalam dada. Ya Rahman, Ya Rahim. Nama-nama indah yang seperti embun bagi jiwa yang lama kehausan. Bukankah Dia yang menerima hamba-hamba penuh noda sebelum air matanya benar-benar jatuh ke bumi. Bukankah kasih sayang-Nya selalu lebih luas daripada seluruh kesalahan manusia. 


Maka di bawah langit Arafah itu aku merasa, bahkan seorang pendosa yang datang dengan hati paling keruh pun masih memiliki jalan untuk kembali dipeluk oleh ampunan-Nya.


Lalu kesadaran bergerak lebih dalam lagi, menyentuh bagian paling tersembunyi dari diri manusia, kesombongan. Betapa sering aku merasa diriku lebih baik, lebih benar, lebih pantas dibanding orang lain, padahal seluruh kemuliaan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat dicabut tanpa suara. 


Jabatan, penghormatan, ilmu, nama baik, dan pujian manusia, semuanya sering menjadi kabut yang menutupi mata batin. Dan diam-diam hati mengeras tanpa disadari, seperti batu yang terlalu lama dibakar oleh panas dunia.


Maka di dalam wukuf, aku seperti duduk sendiri di hadapan Allah sambil memandangi batinku yang kusut. Aku takut bila kesombongan itu masih hidup di dalam diriku, bersembunyi di balik amal, bersembunyi di balik ibadah, bahkan bersembunyi di balik kata-kata yang terdengar saleh. 


Tetapi di saat yang sama ada harapan yang tumbuh perlahan, bahwa Allah mampu membersihkan hati yang paling keruh sekalipun, sebagaimana hujan membersihkan debu yang melekat lama di dedaunan tua.


Di padang itu doa-doa mengalir lirih. Aku memohon kesehatan bagi tubuh yang akan  rapuh dimakan usia, memohon rezeki halal yang lapang dan menenangkan, memohon anak-anak yang tumbuh dengan akhlak yang baik, keluarga yang teduh, dan kehidupan yang diberkahi. 


Sebab aku hanyalah manusia yang lemah, yang sering kali bahkan tidak mampu menenangkan hatinya sendiri tanpa pertolongan Allah. Tetapi semakin lama aku tenggelam dalam makna wukuf, semakin terasa bahwa *dunia bukan tujuan utama* dari seluruh permohonan itu.


Harta, kemuliaan, kenyamanan, dan panjang usia perlahan tampak kecil di hadapan keagungan Allah. Yang paling dirindukan ternyata hanyalah ridha-Nya. Sebab tanpa ridha-Nya, segala yang dimiliki manusia hanyalah lukisan semu yang indah di permukaan namun sunyi di dasar jiwa. 


Dan pada saat itulah air mata terasa jatuh dengan caranya sendiri. Aku membayangkan akhir kehidupanku, napas terakhir yang misterius, tubuh yang suatu hari akan terbujur sendiri di bawah tanah, serta nama yang perlahan hilang dari ingatan manusia. 


Dari kedalaman hati yang paling sunyi lahirlah satu harapan sederhana, semoga Allah menutup usia ini *dengan husnul khatimah*, dengan kalimat tauhid yang lembut mengalir di ujung napas.


Lalu kerinduan itu bergerak menuju surga. Bukan semata karena sungai-sungainya atau taman-tamannya, melainkan karena di sana ada wajah-wajah yang dirindukan para pecinta Tuhan. Ada para nabi, para syuhada, para wali, dan terutama Rasulullah SAW, manusia agung yang namanya selalu membuat dada bergetar penuh cinta. 


Betapa aku ingin berada dekat dengannya, mendengar salamnya, dan menjadi bagian dari umat yang diakuinya di hadapan Allah.


Wukuf pada akhirnya bukan hanya tentang Arafah. Ia adalah keadaan ketika manusia berhenti dari kesombongannya, berhenti dari kerakusan dunianya, berhenti dari seluruh keakuannya, lalu berdiam di hadapan Allah dengan hati yang runtuh dan air mata yang jatuh perlahan. 


*Dan mungkin di situlah rahasia terbesar kehidupan, bahwa manusia ternyata tidak sedang mencari dunia yang abadi, melainkan sedang mencari jalan agar ketika kembali kepada Tuhannya kelak, ia dapat pulang dengan hati yang teduh, bersih, dan penuh cinta*.


/gs

Tuesday, May 26, 2026

R. Agung Nugraha : Ibrahim Teladan Utama

 



IBRAHIM TELADAN UTAMA

Oleh : H.R. Agung Nugraha, S.Ag., M.A.[1]

 

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ قَال اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  اَمَّا بَعْدُ  فَيَاعِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Allahu Akbar 2x, …. wa lillahi al-hamd

Hari ini, seluruh kaum muslimin di penjuru dunia merayakan hari raya idul adha, mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil diikuti kegiatan penyembelihan hewan kurban. Sementara para jamaah haji melaksanakan rangkain rukun haji, yaitu melontar Jumroh Aqobah.

Allahu Akbar 2x, …. wa lillahi al-hamd

Kaum Muslimin, yang dimulyakan Allah.,

Dalam Surat At-Taubah (9): 36, dijelaskan bahwa diantara 12 bulan perhitungan tahun hijriyah, ada empat bulan hurum (mulia), yaitu Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Pada bulan Dzulhijjah, ada beberapa ibadah utama, yaitu rangkaian ibadah haji, memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil, pelaksanaan puasa ‘Arofah, Sholad Idul Adha, dan penyembelihan qurban. Satu dengan  lainnya saling terkait. Meski demikian tidak berarti saling menegasikan. Artinya, jamaah haji (bahkan) tidak melaksanakan puasa arofah dan sholat Id, orang yang tidak berkurban tetap sah  puasa ‘arofahnya, tidak sholat id bukan berarti kurbannya tidak diterima.

Rangkaian ibadah tersebut tentu mempunyai makna dan hakikat yang sepatutnya dijadikan rujukan dan pedoman bagi setiap umat Islam dalam menapaki kehidupan sehari-hari..

 

Hakikat Takbir, Tahmid dan Tahlil

Allahu Akbar 2x, …. wa lillahi al-hamd

Diantara ibadah yang dituntunkan adalah memperbanyak Takbir, Tahmid dan Tahlil sejak tanggal 9 sampai 13 Dzulhijjah.

Kalimat takbir, Allahu Akbar, yang dikumandangkan adalah pernyataan, ikrar dan pengakuan hamba bahwa Allah adalah dzat yang maha besar dan maha kuasa. Ikrar ini juga mengandung pengakuan bahwa kekuasaan yang kita emban sesungguhnya adalah milik Allah. Allahlah pemilik kekuasaan sesunguhnya, Allah yang memberi jabatan dan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki, dan mencabut kekuasaan tersebut dari siapa saja yang dikehendaki. (Ali Imron : 26)

Setelah menetapkan tauhid kepada Allah, kalimat tahlil, la ilaha illa Allah, yang kita ucapkan adalah pernyataan bahwa tidak ada dzat yang berhak disembah dan diibadahi selain Allah. Hanya kepada Allah kita menyembah, berserah diri dan meminta pertolongan.

Adapun kalimat tahmid, wa lillaahi al-hamd, merupakan pernyataan tulus dari hati yang paling dalam bahwa semua nikmat yang telah kita terima, baik berupa harta, kesejahteraan dan kebahagian keluarga serta seluruh kenikmatan hidup ini semua berasal dari Allah. Oleh karenanya, kita kita senantiasa bersyukur seraya memuji Allah setiap pagi maupun petang (bukratan wa ashilan).

Takbir, tahlil dan tahmid yang kita kumandangkan tidak lain adalah ungkapan taqwa yang terhunjam dalam hati kita. Allah SWT berfirman : “Demikianlah, barangsiapa mengagungkan nama Allah, sesungguhnya itu adalah ekspresi dari ketaqwaan hati”. (QS Al Hajj (22): 32).

 Inspirasi : Optimalisasi tanah wakaf

Allahu Akbar 2x, …. wa lillahi al-hamd

Nabi Ibrahim merupakan bapak seluruh nabi dan pemimpin bagi seluruh manusia. Pada diri dan keluarganya, terdapat pelajaran berharga yang sepatutnya menjadi perhatian kita.

Allah berfirman :“ Dan Ingatlah, ketika Ibrahim diuji tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Allah berfirman : Sesungguhnya aku menjadikan engka sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Dia berkata : dan (juga) dari anak cucuku?”, Allah berfirman : (benar, tetapi) janjiku tidak berlaku bagi orang-orang zalim’ (Al Baqarah (2) : 124).

Apabila kita menyimak sejarah nabi Ibrahim, akan kita dapati pelajaran berharga yang dapat kita petik, serta beberapa hikmah yang dapat kita ambil dan dapat kita jadikan sebagai panduan kita menjalani kehidupan, baik dalam perspektif pribadi, keluarga maupun dalam aspek kepemimpinan.

Diantara pelajaran dan hikmah tersebut  antara lain :

1.      Tauhid yang kokoh.

Dalam surat al An’am (6) : 74-77 tergambar bahwa perjuangan  mencari kebenaran sudah dimulai sejak ibrahim muda. Ia hidup dari lingkungan yang tidak bertauhid. Ayah Ibrahim, Azar merupakan pembuat patung sekaligus penyembah berhala. Akal dan naluri ibrahim menolak, kemudian bimbang, hingga akhirnya  meyakini bahwa  aktifitas menyembah berhala merupakan tindakan yang tidak benar. Dan keyakinan bahwa menyembah berhala adalah kesesatan ia sampaikan kepada ayahnya, Azar.

Pencarian tuhan terus berjalan, hingga ketika ibrahim menemukan bintang dianggap sebagai tuhan, bintang berganti bulan, bulan berganti matahari. Semuanya datang dan pergi dan tidak mampu meyakinkan Ibrahim hingga akhirnya ‘putus asa”, lalu akhirnya berdoa : Sesungguhnya jika tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. Akhirnya Ibrahim mendapatkan keimanan yang kokoh. .

Begitulah gambaran proses pencarian tuhan hingga ibrahim mendapatkan keyakinan yang benar dan kokoh terhunjam dalam hatinya.

2.      Sabar

Nabi Ibrahim adalah contoh pribadi yang sabar. Kesabaran Ibrahim mempertahankan aqidah mendapatkan berbagai penentangan. Tentangan tersebut terus berlanjut hingga menghadapi Raja Namrut yang membakar Ibrahim. Kesabaran Ibrahim dilandasi keimanan yang kuat dan kepasrahan total kepada Allah   menghadirkan pertolongan dari Allah. Api yang semestinya membakar Ibrahim menyelisihi hukum alam. Dengan kuasa Allah, api terasa dingin bagi Ibrahim, dan dia selamat dari keganasan siksa Namrut. (QS Al Anbiya (21) : 69).

 

3.      Visioner dan tidak egois

Ketika Allah menyampakain akan menjadikan Ibrahim sebagai pemimpin atas seluruh manusia, Nabi Ibrahim tidak egois. Beliau berfikir visioner. Ia meminta kepada Allah agar bukan hanya dirinya, namun keluarga dan umatnya juga menjadi pemimpin. Permohonan itu diijabah oleh Allah, sehingga nabi-nabi setelahnya adalah anak keturunan yang mempunyai silsilah sanad sampai kepada nabi Ibrahim. (Al Baqarah (2) : 124)

4.      Demokratis

Nabi Ibrahim merupakan sosok ideal dan merupakan pemimpin yang demokratis. Mimpi berupa perintah menyembelih Ismail yang beberapa kali dialaminya mengokohkan keyakinannya bahwa hal itu adalah  perintah Allah. Keyakinan akan perintah Allah tidak “membutakan” dirinya dan tidak serta-merta menjadi otoriter. Ibrahim tidak tiba-tiba menyembelih anaknya, melainkan “mendiskusikan” mimpinya dan meminta pendapat Ismail. Ia mendengar pendapat. Dan karena Ismail adalah anak sholeh, maka jawaban Ismail semakin membenarkan dan menguatkan keyakikan ayahnya dan siap melaksanakan hingga akhirnya diganti dengan sembelihan yang besar. (Ash-Shaffat (37) : 102)

5.      Keluarga yang taat kepada Allah

Kisah terkait kokohnya keimanan keluarga Ibrahim sangat tergambar dari peristiwa kesediaan Islami ketika hendak disembelih berdasarkan mimpi (ru’yan shadiqan) sang ayah, Ibrahim. Dengan penuh keyakinan bahwa itu adalah perintah Allah, Ismail menyediakan diri (pasrah kepada Allah) sehingga berkata, “wahai ayahku, lakukan (perintah Allah tersebut), maka engkau akan mendapatiku termasuk golongan orang yang bersabar”. (As-Shaffat (37) : 102). Ketataan dan kepasrahan Ibrahim, Hajar dan Ismail ini merupakan gambaran keluarga ideal, dimana ayah, ibu dan anak semuanya adalah pribadi yang baik, bertakwa kepada Allah. Dalam keterangan lain, peristiwa godaan syetan terhadap Ibrahim, ibu Hajar dan Ismail tersebut diabadikan pada kegiatan lempar jumroh (ula, wustha dan ‘aqabah) dalam rangkain ibadah haji.

6.      Syukur

Dalam surat Ibrahim (14): 7, Allah berfirman “Dan ingatlah ketika tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingari (nikmat-Ku), maka azab-KU sangat pedih’

Ayat ini menunjukkan juga bahwa kepasrahan dan rasa syukur akan berbuah manis. Totalitas kepasrahan Ibrahim dan Ismail berbuah ganti berupa seekor domba gemuk. Disembelih dan menjadi syariat kurban hingga saat ini. 


Baca : Shalat iftitah


Demikian beberapa hikmah yang dapat kita petik dari perayaan idul adha dan keteladanan Ibrahim beserta keluarganya. Semoga kita mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mari kita akhiri dengan berdoa, memohon kepada Allah semoga diberi kekuatan lahir batin mewujudkan keluarga sakinah dengan senantiasa meneladani keluaarga Nabi Ibrahim.

 

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ  اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا   اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ   رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 



[1] H.R. Agung Nugraha, S.Ag. MA, Ketua Yayasan Darul Muttaqien Medari



Wednesday, December 31, 2025

Pergantian waktu adalah sunnatullah


هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Artinya :

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui. (Yunus : 5) 

Dalam menyikapi pergantian waktu, kita diperintahkan untuk melakukan muhasabah. 

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr : 18)

Pelajaran :

1. Pergantian waktu, termasuk tahun, adalah sunnatullah. 

2. Yang perlu kita lakukan adalah muhasabah (introspeksi/mawas diri) 

3. Perintah Allah dalam surat a l hasyr : 18 adalah melihat kekurangan diri (bukan menunjuk kekurangan orang) , untuk perbaikan kedepan. 

4. Perlunya membangun optimisme agar lebih siap dan semangat menyongsong masa depan. 

5. Terus berdoa dan berusaha agar lebih baik dalam ibadah maupun muamalah.

Wednesday, October 29, 2025

Sholat, puncak segala urusan


Oleh : R. Agung Nugraha

Urusan manusia banyak sekali, tetapi dari banyaknya urusan tersebut ada yang sangat vital dan menentukan, yaitu sholat. 

Berikut potongan hadis Rasulullah, beliau bersabda ;

أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ, وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ, وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ.


Artinya ; “Maukah engkau aku beritahu pokok urusan agama ini, tiangnya dan puncak tertingginya?” Aku mengatakan: ‘Tentu, wahai Rasulullah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan: “Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncak tertingginya adalah jihad.”

Bagi seorang muslim, disisi Allah, aktifitas apapun apabila tidak didasari sholat, maka tidak bermakna. Mungkin kita bisa secara lahiriyah sukses, tetap resultantenya Nol nanti di akhirat. 

Bukankah  kita semua berharap sukses dunia sukses akhirat. 

Sebagaimana doa yang selalu kita ucapkan :


 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. AlBaqarah: 201)

Sesibuk apapun kita. Yuk, jangan lupa sholat. 

Sukses dunia sukses akhirat. 

Semangat💪

Thursday, August 7, 2025

Masjid Darul Muttaqien Selomartani : Jadwal Khotib dan Imam Sholat Jum'at Tahun 2026

 


No

Tanggal

Pasaran

Khotib & Imam

1

02/01/2026

Wage

H. Budi Wardoyo, S. Ag.

2

09/01/2026

Legi

H. Sukirno, S. Ag

3

16/01/2026

Pon

Nurul Haqqy, SE. 

4

23/01/2026

Kliwon

H. Catur Wibisono

5

30/01/2026

Pahing

Sapto Dewo, S. E

6

06/02/2026

Wage

Prof. Dudung Abdurrohman

7

13/02/2026

Legi

Azra Fani Fahmi, S. Ag. 

8

20/02/2026

Pon

Alfin Naufal Mufid, S. Ag. 

9

27/02/2026

Kliwon

Muchlas

10

06/03/2026

Pahing


11

13/03/2026

Wage

Prof. H. Suji Munadi 

12

20/03/2026

Legi

H. Sukirno, S. Ag

13

27/03/2026

Pon

Drs. H. Sutarman, MA

14

03/04/2026

Kliwon

Arif Kurniawan

15

10/04/2026

Pahing

Drs. H. Supriatna, MSI

16

17/04/2026

Wage

H. Budi Wardoyo, S. Ag. 

17

24/04/2026

Legi

Achmad Suparlan, S. Ag. 

18

01/05/2026

Pon

Nurul Haqqy, S. E

19

08/05/2026

Kliwon

Agus Sudibyo

20

15/05/2026

Pahing

Alfin Naufal Mufid, S. Ag. 

21

22/05/2026

Wage

Sapto Dewo, S. E

22

29/05/2026

Legi

Azra Fani Fahmi, S. Ag. 

23

05/06/2026

Pon

Eko Mardiono, MSI

24

12/06/2026

Kliwon

Mulyadi

25

19/06/2026

Pahing

H. R. Agung Nugraha, S.Ag., MA

26

26/06/2026

Wage

DR. dr. Kusbaryanto

27

03/07/2026

Legi

Azra Fani Fahmi, S. Ag. 

28

10/07/2026

Pon

Dian Hashfi Mafazi, S. Pd. 

29

17/07/2026

Kliwon

Agus Sudibyo

30

24/07/2026

Pahing

Drs. H. Supriatna, MSI

31

31/07/2026

Wage

Prof. H. Suji Munadi 

32

07/08/2026

Legi

Prof. Dudung Abdurrohman

33

14/08/2026

Pon

Drs. H. Sutarman, MA

34

21/08/2026

Kliwon

Muchlas Z

35

28/08/2026

Pahing

H. R. Agung Nugraha, S.Ag., MA

36

04/09/2026

Wage

Alfin Naufal Mufid, S. Ag. 

37

11/09/2026

Legi

Sapto  Dewo, S. E

38

18/09/2026

Pon

Nurul Haqqy, SE

39

25/09/2026

Kliwon

Catur Wibisono

40

02/10/2026

Pahing

Drs. H. Supriatna, MSI

41

09/10/2026

Wage

DR. dr. Kusbaryanto

42

16/10/2026

Legi

Achmad Suparlan, S. Ag. 

43

23/10/2026

Pon

 

44

30/10/2026

Kliwon

Muchlas Z

45

06/11/2026

Pahing

H. R. Agung Nugraha, S.Ag., MA

46

13/11/2026

Wage

Prof. H. Suji Munadi 

47

20/11/2026

Legi

H. Budi Wardoyo, S. Ag 

48

27/11/2026

Pon

Eko Mardiono, MSI

49

04/12/2026

Kliwon

Bambang Hermanto

50

11/12/2026

Pahing

Dian Hashfi Mafazi, S. Pd. 

51

18/12/2026

Wage

H. Sukirno, S. Ag. 

52

25/12/2026

Legi

Achmad Suparlan, S. Ag.