Monday, August 21, 2023

Yuk berwakaf tunai untuk dukung pengembangan wakaf produktif

 

Yayasan Darul Muttaqien Medari sedang mengembangkan percontohan kegiatan Wakaf produktif berupa masjid, SPBU Pertashop, toko dan rumah tahfidz yang terletak di Dusun Sambirejo, Selo martani, Kalasan, Sleman, DIY. 

Kedepan hasil dari usaha ekonomi itu pada waktunya diharapkan dapat menopang biaya operasional masjid dan Rumah tahfidz. 

Program tahun ini adalah penyempurnaan pembangunan masjid berupa pemasangan konblok, pemasangan teras kanopi, pengisian meubelair kamar rumah tahfidz dan modal usaha untuk pengisian barang dagangan toko. 

Mari sisihkan sebagian zakat, infaq, shodaqah untuk mendukung program tersebut. Semoga menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya. 


Kebutuhan dana :

1. Pemasangan kanopi masjid : Rp. 90.000.000,-

2. Meubelair rumah tahfidz : Rp. 35.000.000,-

3. Modal usaha toko : Rp. 100.000.000,-


Donasi dapat disalurkan melalui :

Rek BRI : 024701025802536

An. Masjid Darul Muttaqien


Untuk konfirmasi dapat penghubungi No. 085743984745 atas nama Agung Nugraha

Friday, April 29, 2022

Khutbah Idul Fitri 1443 H : Memaknai Idul Fitri dan Merajut silaturahmi I R. Agung Nugraha

 




الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لآأِلهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ.اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ .اللهُ اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُاِللهِ كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةَوَّاَصِيْلًا

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

 

Jama’ah shalat Id rahimakumullah, marilah bersama kita panjatkan rasa puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan ridha-NYa kita telah diperkenankan bertemu bulan Ramadhan 1443 H, berkesempatan melaksanakan serangkaian ibadah didalamnya hingga pada akhirnya kita akhiri dengan membayar zakat dan melaksanakan Shalat Idul Fitri dipagi ini dengan penuh suka cita. Semoga seluruh ibadah yang telah kita laksanakan diterima dan dicatat sebagai wujud taqwa kita kepada Allah. Amien..

            Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh umatnya, insyaallah termasuk kita semua yang hadir di majelis yang mulia ini. Aamiin

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

Kita tentu bersyukur dan bergembira karena telah diberikan kesempatan menyelesaikan rangkaian ibadah Ramadhan tahun ini. Namun bersamaan dengan itu tentu kita merasa sedih, karena kesempatan meraup rahmat dan ampunan Allah akan segera  meninggalkan kita semua, sementara kita tidak tahu apakah masih akan diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang. Pertanyaannya ialah, apakah dengan berakhirnya Ramadhan, habiskah kesempatan kita untuk menangguk pahala dan ridha Allah?  Jawabnya ternyata tidak…

Ramadhan hanyalah proses pelatihan, Puasa merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan Allah. Tujuan perintah puasa, dan ibadah – ibadah yang lain, tidak lain adalah agar kita menjadi manusia yang semakin hari semakin meningkat ketaqwaannya. Untuk mewujudkan hal itu, maka kita harus mampu meningkatkan kualitas ibadah kita. Ibadah yang berkualitas adalah ibadah yang mampu terinternalisasi dalam diri seorang hamba dan tercermin dalam diri dan kepribadian seseorang diluar konteks ibadah itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara agar ibadah yang dilakukan dapat berkualitas sehingga terinternalisasi dan terimplementasi dalam denyut kehidupan kita dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan ?

 Bantu Rumah Tahfidz Darul Muttaqien

Allahu Akbar 2 x, walillahilhamd

Agar ibadah yang kita kerjakan semakin berkualitas dan sesuai dengan kehendak Allah dan tuntunan Rasul. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

1.    Mengerti dan memahami kaifiyah ibadah

Untuk meningkatkan kualitas suatu ibadah, kita harus senantiasa mempelajari, mengerti dan memahami kaifiyah ibadah yang akan kita lakukan, baik yang berupa ketentuan, tata cara, syarat dan rukunnya. Disinilah kemudian kita harus selalu berusaha menggali ketentuan-ketentuan yang terkait dengan ibadah yang kita lakukan. Dalam hal puasa, misalnya, dari sisi fiqh, pengertian puasa adalah menahan makan, minum dan hubungan antara suami istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari disertai niat karena Allah. Sehingga rukun Puasa adalah pertama niat dan kedua, menahan makan, minum dan jima’ (hubungan suami istri).  Apabila kita mampu memenuhi dua rukun tersebut, maka dari sisi fiqh kewajiban puasa itu telah gugur (tertunaikan).

Lebih dari itu, kita juga harus mengerti dan paham bahwa selain menahan makan, minum dan hubungan suami istri, seorang yang berpuasa disunnahkan untuk makan sahur dan mengakhirkannya, mendahulukan berbuka dengan yang manis (kurma), memperbanyak dzikir, sholat sunnat, tadarus al-qur’an, shodaqah, dst.

Kita juga harus mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa, serta tindakan dan perilaku yang dapat membatalkan ibadah puasa atau yang akan mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.

Ketentuan, tata cara, syarat dan rukun puasa tersebut harus selalu kita kaji dan secara bertahap dan terus menerus kita tingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Demikian juga dengan larangan-larangan tersebut harus terus-menerus kita hindarkan.

Apabila kita telah mampu memahami dan melakukan puasa sesuai dengan kaifiyah tersebut, maka kita telah mampu mmengamalkan ibadah tersebut secara baik dan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan sunnah Rasul.

 

2.    Mengerti dan memahami ruh (esensi) dari ibadah yang diperintahkan

Setelah mengetahui dan memahami ketentuan, tata cara, syarat dan rukun ibadah, maka tahap selanjutnya kita harus selalu berusaha memahami ruh (esensi) dari  ibadah tersebut. Artinya, meski kita telah melakukan sebuah ibadah sesuai dengan kaifiyah yang dituntunkan, hal itu belum sempurna apabila kita belum memahami esensi dari ibadah yang kita lakukan. Hal ini penting agar setiap kita berusaha menggali rahasia dibalik ibadah yang disyari’atkan.

Dalam konteks puasa, esensi dari puasa adalah mengendalikan diri dan nafsu.. Makan, minum dan hubungan suami istri hanyalah simbul atau sebagian dari nafsu manusia yang harus dikendalikan. Karena itulah orang yang berpuasa juga diperintahkan untuk meninggalkan perilaku sia-sia (laghwi, tidak produktif), kata-kata kotor (rofasy), mencela dan menjelek-jelekkan orang lain (syatam) dan masih banyak hal lain yang harus dihindari oleh orang berpuasa agar puasanya mempunyai makna dan tidak sekedar mendapat lapar dan dahaga sebagaimana sabda Nabi :

“betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu selain lapar dan dahaga”.

Dengan demikian, meskipun setiap tahun selama sebulan penuh kita mampu melaksanakan puasa, tidak makan, minum dan hubungan suami istri, namun bila  tidak memahami esensinya, kita akan selalu kembali melakukan tindakan-tindakan yang diluar pengendalian diri tersebut.

3.    Adanya atsar dari ibadah

Setelah melaksanakan ibadah sesuai ketentuan, tata cara, syarat dan rukunnya serta mengetahui dan memahami ruh dari perintah ibadah tersebut, maka sebuah ibadah akan sempurna dan berkualitas apabila menghasilkan atsar (bekas) berupa kesalehan kita diluar ibadah. Artinya, kesalehan seseorang tidak sekedar diukur dengan terlaksananya sebuah ibadah, lebih dari itu ibadah akan berkualitas dan optimal apabila orang yang melakukan ibadah tersebut mampu menginternalisasikan ruh ibadah dan mengimplementasikannya disepanjang kehidupan.

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

            Jamalah, sholat Id rahimakumullah.

            Ada pepatah arab, Laisal 'ied man labisal jadid, innamal 'ied man taqwallahu taziid, Idul fitri bukan sekedar baju baru, melainkan bertambahnya taqwa orang yang berpuasa. Dalam konteks inilah tampaknya kita masih harus terus melakukan muhasabah / perenungan yang dalam apakah ibadah puasa dan amaliah ramadhan yang sudah bertahun-tahun kita laksanakan itu sudah terinternalisasi dan menjadi ruh didalam kehidupan kita sehari-hari.

Karenanya, agar ibadah seluruh rangkaian ibadah kita itu berbekas dan tidak sekedar menjadi rutinitas tahunan, sudah seharusnya kita memancangkan niat didalam diri kita untuk melestarikan amaliah ramadhan tersebut diluar bulan ramadhan. Pelestarian yang kami maksudkan ialah disamping secara lahiriah kita melanjutkan kegiatan ramadhan tersebut diluar bulan ramadhan, seperti puasa wajib kita lanjutkan dengan puasa sunnah, shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat malam, tadarus ramadhan dilanjutkan dengan tadarus harian setelah maghrib atau setelah subuh dsb. Adapun yang bersifat kolektif/Jama’ah kita dapat melestarikan amaliah ramadhan dengan memudawamahkan shalat jama’ah, menghidupkan dan menggairahkan pengajian rutin.dan yang lainnya..

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

            Jamaah sholad id rahimakumullah. setelah dua tahun kita tidak merayakan lebaran karena pandemi Covid-19, Idul fitri tahun ini merupakan momen yang sangat baik untuk merajut Kembali silaturahmi. Silaturahmi yang perlu kita bangun mencakup dua hal.

Pertama, silaturahmi antar anggota keluarga sedarah dan/atau keluarga dekat. Setelah dua tahun tidak mudik, saat ini kita berkesempatan pulang kampung bertemu ayah, ibu dan keluarga secara langsung. Bagi yang masih memiliki orang tua, ayah atau ibu, manfaatkan moment idul fitri ini untuk mengekpresikan bakti kepada orang tua (birrul walidain) dengan “sungkem”, memegang erat tangan bahkan memeluk orang yang telah mendidik dan membesarkan kita. Memang doa bisa kita lantunkan kapan dan dimana saja, bahkan alat komunikasi bisa membantu kita mendekatkan jarak dan melihat wajah mereka. Namun tentu berbeda rasa dan ikatan emosi antara bertemu langsung dibanding dengan sekedar telepon bahkan video call sekalipun. Bukan bingkisan dan oleh-oleh yang ditunggu orang tua kita. Kehadiran fisik kita tentu akan membuat mereka sangat Bahagia. Ketika ayah dan ibu sudah meninggal, ada kecenderungan renggangnya ikatan antara anak dan cucu karena tidak ada lagi “pengikat”, jadikan momen idul fitri ini untuk merajut silaturahmi dan persaudaraan yang dihubungan karena pertalian darah, anak, cucu buyut dan seterusnya dengan saling berkunjung, memanjangkan umur dan meluaskan rejeki.  

Allah berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaf : 15)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Artinya : “Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka”. (Al Ahqaf : 16)

Allahu Akbar 2 x Walillahillhamd

Silaturahmi kedua adalah, silaturahmi dan rekonsiliasi nasional antar anak bangsa. Idul fitri ini penting dimaknai demikian mengingat sekitar dua sampai lima tahun terakhir kita disuguhi berbagai konten  media social yang saling menghujat bahkan seolah terbelah kedalam dua kubu yang tidak berkesudahan. Lupakan caci maki, kebencian dan heatspeach. Akan sangat indah apabila memaknai idul fitri tahun ini para pemimpin nasional bertemu dan dengan tulus memberikan contoh kedamaian yang sejati.

Allahu Akbar 2x walillahilhamd

Mengakhiri khutbah kali ini, selagi Ramadhan belum jauh kita tinggalkan marilah kita semua merenung sejenak, betapa sebetulnya kita masih mempunyai kesempatan yang luas untuk beribadah sebanyak mungkin. Menangguk ridha Allah tidak saja terbatas di bulan Ramadhan tetapi disepanjang waktu selagi kesempatan itu masih diberikan dan disemua tempat didalam seluruh lapangan kehidupan kita.

Akhirnya, marilah kita berdo’a, semoga Allah berkenan memberikan kesempatan dan kekuatan kepada kita untuk menjaga dan melestarikan amaliah Ramadhan, membangun dan menokohkan silaturahmi untuk terwujudkan kedamaian yang bisa mengantarkan kita menjadi pribadi yang semakin bertaqwa kepada Allah.

الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فيِ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَ الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ

 

Untuk versi youtube, berikut link videonya : https://youtu.be/T8Bb82iiK4s

Saturday, December 11, 2021

Pengembangan Wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari
Site Plan Wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari



Pada Tahun 2018, Yayasan Darul Muttaqien Medari menerima amanah tanah wakaf seluas 995 M2 terletak di dusun Sambirejo, Selomartani, Kalasan Sleman dari keluarga Bpk Rubiyanto dan ibu Tutik.

Lokasi tersebut berada di jalur 'altenatif' yang menghubungkan pusat kota/kabupaten Sleman dengan klaten. Mengingat letak yang strategis tersebut, yayasan menyiapkan rencana pengelolaan, pengembangan dan pendayagunaan melalui kegiatan wakaf produktif.

Di lokasi tersebut akan dibangun Masjid dan rumah tahfidz dan dilengkapi dengan kegiatan ekonomi produktif berupa Stasiun Pertashop, Mini Market, Kantor/BMT/LKS yang diintegrasikan dengan food court.

Dengan demikian, disamping berfungsi sebagai tempat pendidikan Al Qur'an, juga dapat menjadi semacam rest area dimana orang yang melintasi jalan tersebut dapat beristirahat sholat, mengisi Bahan bakar, berbelanja kebutuhan harian maupun istrirahat makan.


Pondasi masjid

Saat ini sedang dimulai proses pembangunan masjid, dan secara bertahap akan diikuti unit produktif dan kamar/asrama.

Untuk keperluan tersebut, dibuka kesempatan beramal jariyah baik berupa bahan bangunan maupun dana. 

Selain rumah tahfidz, dikomplek tersebut akan dikelola semacam rest area yang terdiri dari masjid, pertashop dan food court.

Bapak/ ibu Muhsinin yang berkenan memberikan bantuan dapat melalui transfer ke rekening yayasan

BRI  : 0247-01-024249-53-1

BPD : 005.221.032775

BSI   : 2011201167

dan konfirmasi/ menghubungi pengurus di nomer   081227335935 atas nama Dwinta Sudibya (ketua) atau 085743984745 atas nama Agung Nugraha (Sekretaris) dan 08112808499 atas nama Inoki (Bendahara).

Donasi juga dapat disalurkan melalui  Scan QRIS Yayasan an. Lazis KAMU berikut 


QRIS Lazis KAMU Yayasan Darul Muttaqien Medari


Kegiatan ini mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Zakat dan wakaf Kementerian Agama RI melalui Projek Inkubasi Wakaf Tahun 2021 senilai Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).


Tuesday, November 16, 2021

Dukung Pembangunan Masjid Al Iman Glondong Purwobinangun Pakem
Perspektif  Masjid Al Iman


Glondong merupakan bagian dari Padukuhan Kardangan, salah satu padukuhan di Desa Purwobinangun Pakem, yang belum memiliki tempat ibadah yang dapat difungsikan untuk kegiatan peribadatan secara berjamaah. Biasanya warga glondong mengikuti kegiatan di Masjid Darussalam Bunder yang jaraknya sekitar 1 km dan dibatasi oleh jalan Monjali. Karena jarak yang relatif jauh dan semakin ramainya lalu lalang kendaraan di jalan Monjali, maka aktifitas ibadah warga glondong sangat terbatas. Bahkan bisa dikatakan hanya ketika ibadah jumat. Dengan demikian kegiatan ibadah harian lima waktu banyak dilakukan di rumah masing-masing.
Kondisi demikian menggugah Bapak Wagiman dan Ibu Hartinah (Dukuh Kardangan) untuk mewakafkan tanah untuk dibangun masjid yang diharapkan dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga dengan melaksanakan ibadah lima waktu karena posisinya yang berada ditengah kampung.
Karena lokasi tanah yang dibawah (ledok) maka direncanakan bangunan musholla dua lantai seluas 210 M2 dengan biaya sekitar Rp. 608.587.000 (enamratus delapan juta limaratus delapanpuluh tujuh ribu rupiah).
Dengan tekat dan semangat warga dan modal uang Rp. 52.336.000 (limapuluh dua ribu tigaratus tigapuluh enam ribu rupiah) proses pembangunan telah dimulai.  hingga saat ini (14/12/2021) telah terkumpul dana keseluruhan sebesar rp. 202 jt (duaratus juta rupiah) sehingga masih kurang Rp. 406.000.000 (empatratus enam juta rupiah)
berkenaan dengan hal tersebut, kami mengundang bapak/ibu/saudara untuk berpartisipasi membangun rumah di surga sebagaimana sabda Rasulullah "Barangsiapa membangun masjid, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga". 

Kondisi teraskhir 12 Desember 2021; Cor Dak Lantai 2


Kami sangat bersyukur apabila berkenan hadir langsung ke lokasi ataupun menyalurkan bantuan melalui rekening BRI No. 302201049294536 An. Panitia Pembangunan Masjid Al Iman dan konfirmasi kepada panitia di Nomer 081349585049 an. Yuliyanto, S.Pd atau 08122758739 an H.M. Yuliyanto, MSi. (ran)

Sunday, September 19, 2021

Jadwal Khatib dan Imam Jum'at Masjid Al Wakaf Darul Muttaqien Tahun 2022

 


No

Tanggal

Pasaran

Nama

1

07/01/2022

Pon

H. Ahmad Fauzi Satriyono, MA 

2

14/01/2022

Kliwon

R. Dwinta Sudibya

3

21/01/2022

Pahing

M. Aly Said, 

4

28/01/2022

Wage


5

04/02/2022

Legi

Drs. H. Supriyatna 

6

11/02/2022

Pon

Eko Mardiono, MSI

7

18/02/2022

Kliwon


8

25/02/2022

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

9

04/03/2022

Wage

Prof. H. Suji Munadi

10

11/03/2022

Legi

H. Bahaudin, S.Ag. 

11

18/03/2022

Pon

Drs. H. Tarmudji, MA 

12

25/03/2022

Kliwon

Arif  Hidayatullahj, S.Ag.

13

01/04/2022

Pahing


14

08/04/2022

Wage

Drs. Hasan Fansyuri, MA

15

15/04/2022

Legi

Dr. Yayan Suryana 

16

22/04/2022

Pon

Budi Wardoyo, S.Ag. 

17

29/04/2022

Kliwon


18

06/05/2022

Pahing

Drs. Bahrudin

19

13/05/2022

Wage

Prof. H. Suji Munadi

20

20/05/2022

Legi

H. Bahaudin, SAg. 

21

27/05/2022

Pon

Eko Mardiono, MSI 

22

03/06/2021

Kliwon

R. Dwinta Sudibya

23

10/06/2021

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

24

17/06/2021

Wage

Drs. H. Mardjono 

25

24/06/2021

Legi

Budi Wardoyo, S.Ag. 

26

01/07/2021

Pon

H. Ahmad Fauzi Satriyono, MA 

27

08/07/2022

Kliwon


28

15/07/2022

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

29

22/07/2022

Wage

Prof. H. Suji Munadi

30

29/07/2022

Legi

H. Bahaudin, S.Ag.

31

05/08/2022

Pon

Dr. H. Sutarman, MA 

32

12/08/2022

Kliwon


33

19/08/2022

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

34

26/08/2022

Wage

Drs. H. Hasan Fansyuri, MA 

35

02/09/2022

Legi

Drs. H. Supriyatna

6

09/09/2022

Pon

Drs. H. Sukirman, MA 

37

16/09/2022

Kliwon

Drs. Bahrudin

38

23/09/2022

Pahing

Arif  Hidayatullah ,S.Ag.

39

30/09/2022

Wage

Prof. H. Suji Munadi

60

07/10/2022

Legi

H. Bahaudin, S.Ag.

61

14/10/2022

Pon

Dr. Yayan Suryana  

62

21/10/2022

Kliwon


63

28/10/2022

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

64

04/11/2022

Wage

 H. Subagyo, MSI

65

11/11/2022

Legi

Drs. H. Tarmudji, MA

66

18/11/2022

Pon

Dr. H. Sutarman, MA

67

26/11/2022

Kliwon

Drs. Bahrudin

68

02/12/2022

Pahing

H. R. Agung Nugraha, MA

69

09/12/2022

Wage

H. Subagyo, MSI

70

16/12/2022

Legi


71

23/12/2022

Pon

Drs. H. Sukirman, MA 

72

30/12/2022

Kliwon

R. Dwinta Sudibya