Saturday, August 1, 2026

Hj. Supraptinah, wakaf Pesantren senilai 6 Miliar

 


Disela kegiatan Hari bermuhammadiyah tanggal 1 Agustus 2026 di Pakem, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman memberikan apresiasi berupa Wakaf Award kepada Hj. Supraptinah, S. Pd. atas Wakaf senilai Rp. 6 Miliar yang beliau ikrarkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah, dalam hal ini di wakili oleh PCM Pakem. 

Wakaf tersebut berupa tanah seluas 261 M2 yang terletak di Dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, Sleman DIY. Di atas tanah tersebut sudah berdiri bangunan 3 lantai berupa pesantren dengan nama Pesantren Muhammadiyah King Sulaiman. 

Bu Supraptinah dan keluarga sepakat mewakafkan aset tersebut kepada Persyarikatan Muhammadiyah karena berharap besar agar pesantren yang beliau rintis dapat dikelola dan dikembangkan lebih baik dan mampu mencetak penghafal al Qur'an (hufadz).

Selalu Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Agung Nugraha berharap pemberian Wakaf Award ini disamping sebagai apresiasi juga sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi Wakaf bahwa berwakaf tidak harus berupa tanah yang luas, bahkan bisa berwakaf melalui uang untuk mendukung kegiatan dakwah, seperti Gerakan Wakaf Uang Rp. 50.000 perbulan untuk pembangunan Klinik Al Farouq Muhammadiyah Pakem. 

Award ini diharapkan menjadi  motivasi dan pemahaman bahwa berwakaf adalah investasi akhirat yang akan terus mengalirkan pahala bagi wakif (orang yang berwakaf). (ran)

Thursday, February 13, 2025

Pelunasan biaya haji dimulai 14 Februari 2025


Menyusul terbitnya Kepres Nomer 6 Tahun 2025 tentang Biaya Perjalanan Ibadah Haji 1446 H/2025 M, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) KEMENAG RI segera membuka tahapan pelunasan. 

Mengutip laman resmi Kementerian Agama RI, Hilman Latif menyampaikan bahwa "pelunasan Bipih jemaah haji reguler 1446 H mulai 14 Februari - 14 Maret 2025". 

Ia menambahkan " Jemaah haji sudah membayar setoran awal senilai Rp. 25juta, rata rata jamaah juga mendapatkan nilai manfaat yang masuk melalui virtual account sekitar Rp. 2 jt. Sehingga mereka dalam proses pelunasan tinggal membayar selisihnya" Pungkasnya. (ran)

Wednesday, March 22, 2023

Masjid Lulu Al Marjan masih  butuh dana

 

Ramadhan bulan berkah telah datang. Mari kita isi dengan melaksanakan rangkaian ibadah penuh semangat dan kegembiraan.

Salah satu amaliah yang utama adalah infaq, sedekah dan zakat. 

Mari sisihkan sebagian sedekah, infaq dan zakat untuk bersama menyelesaikan pembangunan masjid Lulu Al Marjan di Gondang, Umbulharjo Cangkringan.

Sampai awal Ramadhan 1444 H ini, masih ada kekurangan sebesar Rp. 130.000.000,-

Rekening BRI : 302202051585533

An. Masjid Lulu Al Marjan

Konfirmasi : 

Agung N (085743984745) 

H. Wahdani (085600923613) 

Semoga Allah berikan kekuataan menyelesaikan Ramadhan dengan meraih derajat Muttaqien.

Saturday, October 22, 2022

Muh. Nursalim : Santri Penegak NKRI
Muh. Nursalim


 Peran santri dalam menegakkan Indonesia tidak perlu diragukan, baik sebelum merdeka, masa revolusi maupun di era pembangunan. Maka kalau ada hari khusus yang diperingati untuk mereka, tidak salah alamat. 


Tulisan ini akan mengisahkan tiga santri yang turut punya peran penting dalam menegakkan NKRI itu. Semuanya sudah almarhum dan mereka menjadi pahlawan. Dengan mengutip tiga santri bukan berarti santri-santri yang lain kurang hebat. Bukan, bukan seperti itu. Semua punya peran luar biasa sesuai dengan posisinya. 


1. Syeikh Hasyim Asy’ari 


Ketika Sukarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia,  Belanda tidak langsung mengakui. Bahkan mereka berupaya kembali menguasai negara yang baru saja lahir tersebut. Tiga tahun sebelumnya, yaitu tanggal 8 Maret 1942 negeri kincir angin itu kalah perang melawan Jepang dan menyerahkan nusantara kepada penjajah baru, Jepang.


Proklamasi kemerdekaan RI dilakukan di tengah kacauanya keamanan global akibat perang dunia ke dua. Indonesia terseret di dalamnya akibat dijajah Jepang yang melawan sekutu bersama Jerman dan Italia. 


Jepang di bom atom Amerika. Nagasaki  tanggal 6 Agustus 1945, menyusul Hirosima tanggal 9 Agustus 1945. Dampak bom atom itu luar biasa dahsyat, sehingga  kemudian  14 Agustus Jepang menyerah kalah kepada sekutu.


Inggris yang menjadi bagian dari pasukan sekutu mendarat di Surabaya dengan tugas melucuti tentara Jepang. Dibalik itu ternyata pasukan Belanda juga turut serta. Karena mereka bagian dari pasukan sekutu. 


Taktik muslihat itu dibaca oleh para kyai sebagai ancaman. Karena itu pada tanggal 21 Oktober 1945  PBNU mengundang semua konsul yang berada di Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Pada acara itu Rois Akbar K.H. Hasyim Asy’ari menyampaikan pidato tentang pokok-pokok kewajiban umat Islam dalam jihad mempertahankan negara dan bangsanya.


Isi pidato itulah yang kemudian diputuskan menjadi resolusi jihad. Isinya ada lima point yaitu:


a. Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 wajib untuk dipertahankan.


b. Republik Indonesia sebagi satu-satunya pemerintah wajib dibela dan dipertahankan.


c. Musuh Nagera Republik Indonesia terutama Belanda yang datang kembali dengan membonceng tentara sekutu Inggris dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentu akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.


d. Umat Islam terutama warga Nahdhatul Ulama  wajib mengangkat senjata  melawan penjajah Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.


e. Kewajiban itu adalah suatu jihad yang menjadi kewajiban orang Islam (fardhu ain) yang berada pada radius 94 km (jarak  di mana umat Islam dipekenankan untuk melakukan sembayahyang jama’ dan qashar). Adapun mereka yang berada di luar radius 94 km berkewajiban membantu saudara-saudaranya  yang berada pada radius  94 km tersebut.  

  

Pertempuran pada tanggal 10 november di Surabaya tidak lepas dari resolusi ini. Lebih  dari 100 ribu laskar santri turut bertempur melawan sekutu yang bersenjata lengkap dan modern. Pertempuran itu dimenangkan oleh arek-arek Surabaya. Tempat-tempat strategis yang sebelumnya dikuasai sekutu direbut oleh laskar.


Korbannya  memang luara biasa. Dari pihak Indonesia tidak kurang dari 20 ribu gugur, sementara pihak sekutu ada 1600 tentara tewas, termasuk  panglimanya jenderal Mallaby.


Dampak politiknya, pihak sekutu dan Belanda tidak lagi menganggap remeh Indonesia. Di luar negeri mereka mendapat tekanan untuk tidak terus  menyerang Indonesia. Pertempuran ini juga menjadi pelajaran bagi wilayah lain di Indonesia, bahwa perlawanan harus dilakukan karena Belanda kembali datang untuk misi penjajahan. Pendaratan pasukan sekutu itu bukan hanya di Surabaya akan tetapi juga di Aceh dan Jakarta.


2. Jenderal Sudirman


Prediksi para kyai benar adanya. Belanda ingin menjajah kembali Indonesia.  Tentaranya yang berada di Indonesia sudah mencapai 100 ribu lebih. Dengan kekuatan  sebesar itu dilanggarnya perjanjian Linggar Jati dengan melakukan agresi militer pertama.


Indonesia merapat ke PBB lewat India dan Australia, karena saat itu Indonesia belum menjadi anggota PBB. Maka keluarlah resolusi PBB yang menekan Belanda agar menghentikan operasi militernya. Lalu diadakan perjanjian Renvill, di mana daerah yang diakui Belanda itu hanya Sumatra, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Karena itu Ibukota pindah dari Jakarta ke Yogyakarta.


Ternyata Belanda kembali melakukan agresi militer. Kali ini yang diserang ibu kota  Yogyakarta. Semua pejabat politik ditangkap, Sukarno, Hatta dan para menteri diasingkan. Ada yang dibuang ke Bangka, ada yang ke Medan ada pula yang di Bengkulu. 


Secara politik  Indonesia  sudah habis. Tetapi secara militer masih eksis. Sang panglima, yaitu Jenderal Sudirman tidak ikut menyerah. Bersama pasukannya melakukan gerilya. Padahal saat itu  ia sedang sakit keras. Paru-parunya bermasalah. Dokter bilang pak Dirman kena TBC.


Menyusuri pulau Jawa bagian selatan. Mulai dari Yogyakarta – Bantul – Gunung Kidul – Wonogiri – Ponorogo –Trenggalek – Tulung Agung – Kediri. Kemudian putar balik ke barat dan berakhir di Sobo, Kabupaten Pacitan. Perjalanan panjang itu dimulai tanggal 19 Desember 1948 hingga  1 April 1949. Di tempat ini beliau tinggal selama tiga bulan. Sobo menjadi markas militer sementara sampai anggal 7 Juli 1949.


Firasat Jenderal Sudirman itu sangat kuat. Ia selalu lolos dari sergapan musuh. Mengetahui akan datangnya lawan. Juga paham di mana akan dihadang. Maka sering kali, jalur yang sudah direncanakan berubah arah. Atau rencana bermalam di desa A tiba-tiba berganti ke B. 


Menurut Muhammad Teguh Sudirman, salah satu putra sang jenderal. Kuatnya firasat bapak karena ia dekat kepada Allah. Beliau selalu dalam keadaan suci. Apabila batal wudhu langsung memperbaharui. Bahkan selama gerilya ada satu orang yang bertugas membawa kendi. Tempat air dari tanah yang biasa untuk minum. Air kendi itu dipakai panglima untuk berwudhu di setiap kali batal wudhunya. 


Mungkin pak Dirman belajar dari perilaku Bilal bin Rabah ini.

 Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw berkata kepada Bilal ketika akan sholat subuh. “Wahai bilal, ceritakan kepadaku amal yang kau tangguhkan untuk kamu kerjakan dalam Islam. Karena aku mendengar (dalam mimpi) trompahmu mendahuluiku di surga ?”. Bilal menjawab, “Aku tidak pernah menangguhkan amal, hanya saja aku selalu berwudhu baik di malam atau siang hari. Lalu aku sholat  yang diwajibkan dengan wudhu tersebut”. (HR. Bukhari)   


Pak Dirman dilindungi  Allah karena beliau dekat kepada sang Khaliq. Kata Teguh. Pada musium Jenderal Sudirman di Yogyakarta. Ada ruangan khusus yang biasa untuk sholat panglima tersebut. Juga sajadah dan alat sholat yang pernah beliau kenakan. 

Iman mantab di hati pak Dirman. Sehingga petunjuk Allah selalu menyertainya. Sebagaimana Sabda Nabi.


Dari Abi Said Al Khuzri ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Hati-hatilah firasat orang mukmin karena ia melihat dengan cahaya Allah. Kemudian beliau membaca ayat 74 surat Al hijr. Sesungguhnya  yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi orang yang punya firasat”. (HR. Tirmizi)


Petinggi tentara ini orang sholih. Begitu tulis banyak sejarawan. Beliau  memang aktifis Islam. Sebelum masuk tentara PETA. Masa  kecil ngaji al quran pada KH. Qahar. Ketika ikut pamannya di Cilacap, ia mendalami agama kepada Kyai Saidun dan Moh. Kholil Marto Saputro, seorang da’i Muhamadiyah. Kemudian masa remaja disibukkan menjadi pegiat Hizbul Wathan. Kepanduan yang ada di bawah Muhammadiyah.  Bahkan akhirnya menjadi guru dan kepala Sekolah Muhammadiyah. Beliau memang santri tulen.


“Hijrah” adalah kata yang dipilih Jenderal Sudirman saat mematuhi perjanjian Renvill. Perjanjian antara Indonesia dengan Belanda ini isinya. Bahwa Belanda hanya mengakui wilayah RI itu Yogyakarta, Jawa Tengah dan sebagian Sumatra. Karena itu tentara Indonesia harus keluar dari wilayah yang dikuasai Belanda.


Sang jenderal tidak memilih kata eksodus, pindah atau migrasi. Untuk memobilisasi tentara dari Jawa Barat menuju Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tetapi “hijrah”. Karena beliau mengikuti sunnah Rasulullah saw. Hijrah itu bukan hanya pindah. Tetapi hijrah adalah panggilan ilahi untuk kemenangan di kemudian hari.


3. M. Natsir


Agresi militer kedua ini semakin menyemangati para pemimpin Indonesia melakukan diplomasi di tingkat PBB. Karena itu akhirnya diadakan  KMB (Komisi Meja Bundar). Di mana pesertanya adalah wakil Indonesia, wakil negara-negara bentukan Belanda dan kerajaan Belanda.


 Pada perundingan ini akhirnya Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia tetapi bentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) bukan NKRI.  Ada 15 negara bagian bentukan Belanda yang menjadi bagian dari RIS. Di samping itu Irian Barat tidak termasuk bagian RIS.


Bagi kita yang tidak pernah mengalami sejarah itu, tata negara RIS itu lucu. Bayangkan, Republik Indonesia itu wilayahnya hanya sebagian Sumatra, sebagian jawa tengah dan Yogyakarta dengan ibu kota Yogyakarta. Sukarno itu presiden RIS bukan presiden Republik Indonesia dengan ibu kota Jakarta. Negara-negara bagian yang tergabung ke dalam RIS di antaranya adalah:


- Negara Republik Indonesia

- Negara Indonesia Timur

- Negara Pasundan termasuk distrik Jakarta

- Negara Jawa Timur

- Negara Madura

- Negara Sumtara Timur

- Negara Sumtra Selatan 

- Daerah Istimewa Kalbar

- Daerah Dayak Besar

- Daerah Banjar

- Federasi Kalimantan Tenggara

- Negara Kalimantan Timur

- Daerah Bangka

- Daerah Belitung

- Daerah Riau


M. Natsir risau dengan fakta politik tersebut. Sebagai anggota parlemen dari partai Masyumi ia keliling ke negara-negara RIS. Melakukan lobi agar negara-negara bagian itu merelakan diri menjadi Republik Indonesia. Lobi-lobi politik itu juga ia lakukan kepada para ketua partai, seperti IJ Kasimo dari parta Katolik dan AM Tambunan dari Parta Kristen.


Hasilnya luar biasa. Pada tanggal 3 April 1950 Natsir berpidato di gedung parlemen. Mengusulkan agar Republik Indonesia Serikat dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usulan itu disetujui secara bulat oleh parlemen.


Sebagai tindak lanjut dari keputusan parlemen itu pada upacara memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1950. Presiden Sukarno mengumumkan bahwa Indonesia kembali kepada NKRI. Bahkan beliau katakan, momentum itu  adalah proklamasi NKRI yang kedua, setelah 5 tahun sebelumnya ia proklamasikan di pegangsaan timur. 


Karena itu seandainya  ada hari NKRI, maka tanggal 3 April mungkin paling cocok untuk memperingati. Hari saat seorang santri dari Persatuan Islam mengusulkan kembalinya Indonesia kepada bentuk yang asli yaitu NKRI.


Santri-santri itu ikhlas dalam memperjungkan NKRI. Biamwalihim wa anfusihim. Semoga Allah meridhoi derma bakti mereka dan menempatkan di surga jannautnna’im. 


Selamat hari santri

Monday, February 28, 2022

Pembangunan Rumah Tahfidz Darul Muttaqien

 



Rumah tahfidz Darul Muttaqien merupakan salah satu unit dakwah yang menjadi bagian dari Pengembangan Wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari. Diatas tanah wakaf 999 M2 yang terletak di Dusun Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta telah dan sedang dibangun Unit usaha berupa Stasiun Pertashop, toko/minimarket, Masjid dan rumah tahfidz berupa 4 kamar santri dan 1 rumah tinggal imam/pengasuh.

Untuk biaya pembangunan masjid alhamdulillah telah ada donatur yang menyanggupi; sedangkan untuk kebutuhan membangun 4 kamar dan satu rumah imam/pengasuh masih dibutuhkan dana sekitar Rp. 350.000.000 (tigaratus Limapuluh Juta Rupiah).

Kami memberikan kesempatan kepada para muhsinin untuk bersama-sama mewujudkan bangunan tersebut dengan berwakaf melalui uang ataupun barang/bahan bangunan dengan konfirmasi terlebih dahulu kebutuhan yang mendesak/dibutuhkan.

Disamping itu, kami memberikan kesempatan kepada bapak/ibu/saudara yang menginginkan berwakaf dalam bentuk satu paket kamar senilai Rp. 50.000.000 (limapuluh juta rupiah) dengan menjadikan nama wakif menjadi nama kamar.

Lihat perkembangan pembangunan : Rumah Tahfidz dan Masjid Darul Muttaqien

Dengan izin Allah, diharapkan kegitan pembangunan fisik masjid dan rumah tahfidz dapat selesai dan dapat dipergunakan untuk kegiatan pada bulan Desember 2022. 

Bantuan dapat disalurkan melalui Rekening Bank Syariah Mandiri (BSI) No. 2011201167 dan  BRI Nomor : 0247-01-024249-53-1  AN. Yayasan Darul Muttaqien Medari dan konfirmasi kirim bukti transfer ke nomor 085743984745 (Agung Nugraha). 

Semoga Allah mudahkan dan menjadi amal jariyah. Aamiin.


Saturday, February 5, 2022

Laporan Penghimpunan Dana Urug untuk Wakaf Produktif di Selomartani




Pondasi dan urugan masjid Darul Muttaqien Selomartani

Alhamdulillah, Puji dan ungkapan syukur kepada Allah yang maha kaya (al Ghaniy), dan telah menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menyisihkan sebagaian hartanya untuk mendukung kegiatan pengembangan wakaf Produktif Yayasan Darul Muttaqien Medari yang berlokasi di Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Lihat : Wakaf Produktif : Masjid, Rumah Tahfdiz dan Unit Ekonomi Produktif

Kami laporkan bahwa hingga tanggal 5 Februari 2022, total dana yang masuk sebesar Rp. 40.350.000 dan dikeluarkan untuk pembayaran pembelian urug sebanyak 109 rit dengan jumlah total Rp. 38.150.000 sehingga masih ada kelebihan sebesar Rp. 2.200.000.

Kelebihan dana tersebut akan kami gunakan untuk modal awal pembangunan rumah tahfidz berupa 4 kamar dan satu rumah imam/musyrif yang secara global diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 350.000.000 (tigaratus limapuluhjuta rupiah)

Kami menghaturkan terimakasih kepada para muhsinin teriring doa semoga dana yang diberikan menjadi amal jariyah dan berkah. 

Berikut kami sampaikan daftar donatur tanah urug sebagai berikut :

No

Nama

Jumlah (Rp)

Keterangan

1

Hj. Siti Rahayu

1.050.000

Cash

2

Bp. Agung Nugraha

1.050.000

Cash

3

Bp. Guntur Wahyudi

700.000

BPD

4

Bp. Hartadi

700.000

BRI

5

Ibu Dina Islamiyah

700.000

BRI

6

Bp. M. Zamroni

1.050.000

BSI

7

Bp. Marzuki

700.000

BPD

8

Ibu Sri Zaenah

700.000

BSI

9

Bp. Iskandar

700.000

Cash

10

Ibu Diah Puspitasari

1.050.000

BSI

11

Bp. Sidik Miharjo (Alm)

350.000

BRI

12

Ibu Suharsi (Almh)

350.000

BRI

13

Hj. Sriyati Sipora

2.500.000

BSI

14

Ibu Yuni

700.000

BRI

15

Ibu Sumaryati

700.000

BRI

16

Hj. Andarini

700.000

BSI

17

Hj. Sri Tasmiatun

350.000

BSI

18

H. Subagyo

1.050.000

BRI

19

Kel. Agus Ridwan

350.000

BSI

20

Bp. Sartono

700.000

BSI

21

Hj. Mainah

350.000

Cash

22

Ibu Yuyun

350.000

Cash

23

Hj. Siti Rahayu

350.000

Cash

24

Hj. Karyati

350.000

Cash

25

Bp. Sudiyono (Alm)

350.000

Cash

26

Ibu Dwi

350.000

Cash

27

Ibu Muslichatun

350.000

Cash

28

Bp. Wafiq

350.000

Cash

29

Bp. Andi Aditya

350.000

BRI

30

Bp. Diyarno

5.000.000

BRI

31

Bp. Indra Roneli

1.050.000

BRI

32

Bp. Turasman

350.000

BRI

33

Bp. Abdulrohman

350.000

Cash

34

Ibu Dwi Ana

700.000

BRI

35

Bp. Edi Subowo

350.000

BRI

36

Bp. Tri Susilo

700.000

BRI

37

Ibu Indrawati Kusuma

2.100.000

BRI

38

No name

350.000

BRI

39

Ibu Nurhayati

500.000

Cash

40

UMAM

9.450.000

Cash

41

H. Darmawi

3.500.000

BRI

42

Hj. Ruji

5.000.000

BRI

 

Jumlah

40.350.000

 

 

Pembelian Urug 109 rit

38.150.000

 

 

Saldo

2.200.000

 


Mohon doa agar pembangunan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan segera dapat digunakan untuk kegiatan menyiapkan generasi qur'ani. (ran)