Oleh : Gunung Sutopo
*Pada langit yang sama* , ada yg berqurban sapi dan disembelih. "Bukan darah sapi kurban" dalam ibadah Idul Adha bahwa Allah tidak menerima daging atau darah hewan tersebut, melainkan *ketakwaan* dari orang yang berkurban.
*Pada langit yang sama* , ada ygemuliakan sapi dan menyembahnya sebagai bagian dari Tuhannya. Dibiarkan kemana dan mengapa saja sapi itu silahkan ,yang penting jangan di ciderai apalagi sampai do sembelih ,woow jangan banget.
*Pada langit yang sama* , ada yang sapi di manja dan dibisniskan. Diberi makan dari konsentrat yang sangat pilihan dan minum bir dijaga sapi tidak mumet ,bahkan ada yang di pijat pijat supaya dagingnya empuk, gurih dan kenyil seperti makanan sempurna dan muahal. Sapi Wagyu dan sejenisnya sangat mahal dalam bisnis.
Ini bukan risalah yang "Usum wong mumet" musimnya orang pening kepala, tapi ini akan ada pilihan pilihan Tuhan dimana orang diberi taqwa, ada yg diberi menolak taqwa dan ada yang sepertinya dibiarkan dengan lembut untuk mendapat samar samar.
Apapun yang kamu dapatkan , biarlah itu ada dan disyukuri, karena dengan bersyukur siapa tahu takdir akan menjadi lebih baik di genggam dan jangan di biarkan dilepas , seperti menggenggam kalajengking. (d'gun)
Salam Idul Adha dari masjid Solikhin, RinginAnom Sragen Kulon, Sragen.
*Sragen , 27 Mei 2026*

0 comments: